MINGGU , 23 SEPTEMBER 2018

Keturunan Diabetes Enam Kali Berisiko, Begini Mencegahnya

Reporter:

Editor:

faisalpalapa

Rabu , 10 Mei 2017 22:20
Keturunan Diabetes Enam Kali Berisiko, Begini Mencegahnya

int

RAKYATSULSEL.COM — Salah satu faktor risiko penyakit diabetes adalah genetik atau keturunan. Faktor risiko ini bisa muncul jika tidak didukung dengan gaya hidup sehat. Kurang gerak dan makan makanan tinggi kalori paling banyak dilakukan masyarakat di era modern.

Pakar Kesehatan dan Doktor Keperawatan Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia (FIK UI) Yani Sofiani menjelaskan seseorang dengan faktor risiko seharusnya sudah menyadari bahwa dirinya berpotensi. Misalnya, saat mengetahui orang tuanya mengidap penyakit diabetes, seharusnya bisa lebih mengendalikan diri.

“Harusnya kan mengendalikan. Orang dengan risiko seringkali enggak mau mengendalikan,” tukasnya kepada JawaPos.com, Rabu (10/5).

Dia mencontohkan berbagai faktor pemicu seperti kurangnya olahraga, dan perilaku sedentari. Perilaku sedentari adalah seseorang yang kurang gerak dan sehari-hari hanya ada di depan layar gadget dan komputer. Perilaku ini banyak dilakukan masyarakat modern saat ini.

“Belum lagi makan makanan tinggi garam dan tinggi karbo,” tegasnya.

Jika seseorang sudah terkena diabetes, maka Yani menjelaskan tak ada istilah makanan yang cocok atau tidak cocok, melainkan makanan seimbang sesuai kebutuhan kalori. Yani membenarkan seseorang dengan keturunan diabetes 6 kali lebih berisiko.

Karena itu cara paling tepat adalah dengan kesadaran mengendalikan diri. Sehingga rantai keturunan tersebut bisa diputus.

“Menyilang genetiknya diturunkan. Besar kemungkinan jika ibunya diabetes maka keturunannya harus mengubah. Ada yang tak diabetes, ada yang pra diabetes, dan diabetes. Kalau berisiko, pasti kadar gula darah pradiabetnya ada. Ini harus aware sejak dini,” jelasnya. (cr1/JPG)


div>