KAMIS , 16 AGUSTUS 2018

KGP-CSR Sebut Orang Dekat Bupati Takalar Terlibat Pengadaan Sapi Cacingan

Reporter:

Supahrin

Editor:

Lukman

Rabu , 18 April 2018 08:00
KGP-CSR Sebut Orang Dekat Bupati Takalar Terlibat Pengadaan Sapi Cacingan

Puluhan Koalisi Gerakan Pemerhati CSR, tanggungjawab sosial dan lingkungan Kabupaten Takalar, saat menggelar aksi unjuk rasa di depan Kantor Bupati dan Kantor Kejaksaan Negeri Takalar, Selasa (17/4) kemarin.

TAKALAR, RAKYATSULSEL.COM – Puluhan Koalisi Gerakan Pemerhati CSR, tanggungjawab sosial dan lingkungan Kabupaten Takalar, kembali menggelar aksi unjuk rasa di depan Kantor Bupati dan Kantor Kejaksaan Negeri Takalar, Selasa (17/4) kemarin.

Mereka sangat kesal atas ulah Lembaga Fik-Ksm dan Pemerintah Kabupaten Takalar. Dimana pada tahun 2017 lalu, CSR Bank Sulselbar menyalurkan anggaran sekitar Rp340 juta ke Lembaga Fik-Ksm untuk pengadaan 40 ekor sapi indukan.

Bantuan sapi tersebut diserahkan secara simbolis oleh pihak Bank Sulselbar ke Pemda Takalar, di Hari Jadi Takalar yang ke 58, di lapangan Galesong. Bantuan itu salah satu bentuk dukungan untuk program pengadaan sapi SK-HD.

Namun pelaksanaannya di lapangan tidak sesuai dengan harapan masyarakat Takalar. Dimana sapi tersebut adalah sapi cacingan. “Dan kuat dugaan bahwa pengadaan sapi itu tidak sesuai dengan Rancangan Anggaran Belanja yang tertuang dalam petunjuk penggunaan anggaran tersebut,” tegas Korlap Anas.

Anas juga menduga telah terjadi konspirasi antara lembaga Fik- ksm dengan Pemda Takalar. “Karena berdasarkan dengan data kami, sapi yang sudah diadakan oleh Fik-Ksm disembunyi di Desa Patani dan sekarang sudah ada beberapa ekor yang mati. Kasihan masyarakat Takalar, belum didistribusikan ke masyarakat sapinya sudah ada yang mati, namun Pemerintah Takalar selama ini hanya cuek dan pura pura tutup mata terkait bantuan sapi itu yang belum didistribusi ke masyarakat,” kesalnya Anas.

“Sangat disayangkan kepada Pemerintah Takalar dan pihak Bank Sulselbar Cabang Takalar karena hanya diam, apakah pihak terkait sengaja diam dan bungkam karena yang diduga terlibat adalah orang dekat Bupati Takalar, seperti salah satu ASN, Baji Bondeng, Pengurus Partai PKS, Muh. Jais dan Nurlinda Taco, ini nama yang disebut kuat dugaan yang terlibat pada pengadaan sapi cacingan tersebut,” tegas Anas.

“Kami menyatakan mosi tidak percaya terhadap Pemerintahan SK-HD, yang dinilai sudah tidak berpihak kepada rakyat. Menolak dengan tegas bantuan 40 ekor anak sapi CSR yang cacingan. Kami juga berharap kepada Kejari Takalar agar segera melakukan penyelidikan terhadap dugaan penyalagunaan dana bantuan sapi CSR Bank Sulselbar,” ujarnya. (*)


div>