MINGGU , 16 DESEMBER 2018

Khatib Pengganti, Habib Rizieq Tahu Presiden Hadir Sesaat Sebelum Naik Mimbar

Reporter:

doelbeckz

Editor:

Senin , 05 Desember 2016 12:47
Khatib Pengganti, Habib Rizieq Tahu Presiden Hadir Sesaat Sebelum Naik Mimbar

Presiden Joko Widodo (ketiga kiri) didampingi Wakil Presiden Jusuf Kalla (kedua kiri), Menkopolhukam Wiranto (kiri), dan Menteri Agama Lukman Hakim Syaifuddin (ketiga kanan) melaksanakan Salat Jumat di Silang Monas, Jakarta, Jumat (2/12).

JAKARTA – Ketua Dewan Penasihat Gerakan Nasional Pengawal Fatwa MUI (GNPF-MUI), Habib Muhammad Rizieq Syihab, menceritakan kronologis kehadiran Presiden Joko Widodo dalam Salat Jumat bersama umat dalam rangkaian Aksi Bela Islam III di kawasan Monas, Jakarta.

Habib Rizieq menjelaskan, sampai hari Kamis atau sehari sebelum Aksi 212 sejumlah petinggi negara termasuk MUI masih membujuk Presiden agar hadir dalam Salat Jumat bersama umat. Namun, Presiden masih menolak, dia tak mau hadir.

“Alasan Presiden, ‘ah itu orang-orang kasar. Nanti mulut mereka kasar, nanti terlalu banyak permintaan’. Sampai Jumat pagi pun beliau nggak mau hadir. Beliau hilang dari Istana. Beliau pergi ke tempat lain,” jelas Habib Rizieq dalam acara Evaluasi Aksi Bela Islam III di Markaz Syariah FPI, Petamburan, Jakarta, Minggu (4/12).

Tapi entah kenapa, sambungnya, Presiden tiba-tiba balik ke Istana pada pukul 10.00 Wib. Dia lalu mengumpulkan beberapa menteri untuk menggelar rapat terkait Salat Jumat bersama umat tersebut.

“Sebagian menteri bilang jangan hadir Pak. Intelijen bilang bahaya Pak. Jangan kaget. karena yang mengelola intelijen Istana adalah Gorries Mere (mantan Kepala Densus). Jadi masih mempengaruhi. Sementara Wakil Presiden memberikan pandangan, ya mesti hadir,” ungkapnya.

Akhirnya di detik-detik terakhir, Presiden Jokowi hadir.

Habib Rizieq sendiri juga tak tahu pada awalnya. Yang dia tahu cuma Ketua Umum MUI KH Ma’ruf Amin akan menjadi khatib. Kalau tak hadir, akan digantikan Wakil Ketua Umum MUI, KH Yunahar Ilyas.

[NEXT-RASUL]

“Karena kedua orang tua kita itu tidak hadir, saya didaulat teman-teman. Saya bilang, baik, saya terima. Saya tinggal tunggu. Azan pertama sudah dikumandangkan. Saya tak tahu Presiden mau datang. Selesai shalat sunnah qobliyah, baru ada kabar Presiden mau datang,” ceritanya.

“Artinya Presiden datang mendadak. Kita tak pernah diberi tahu. Sehari sebelumnya masih menolak, pagi masih menolak. Akhirnya siang pada posisi yang beliau tak bisa menolak,” sambungnya.

Dengan demikian, dia menambahkan, kehadiran Presiden tak lepas dari anugrah dan pertolongan Allah. Presiden boleh saja tak berkehendak untuk hadir, namun tak bisa menolak ketentuan Allah.

“Yang berlaku kehendak Presiden atau Allah?” tanya Habib Rizieq yang langsung dijawab jamaah, “Allah”.

“Datangnya (Presiden) pas sebelum khutbah dimulai. Jadi isi khutbah sekalian didengar. Alhamdulillah,” tandasnya. (rmol)


div>