SENIN , 20 NOVEMBER 2017

Kisah Aneh di Masjidil Haram

Reporter:

Editor:

rakyat-admin

Selasa , 19 Juni 2012 13:20
Kisah Aneh di Masjidil Haram

Suasana di Masjidil Haram.

SYL Diberi Alquran dan Sajadah dari Syech yang tak Dikenal

 

Suasana di Masjidil Haram.

RAKYAT SULSEL . JUMAT dini hari. Suasana Masjidil Haram tetap ramai. Rombongan Gubernur Syahrul terbagi tiga. Satu ikut Jufri Rahman, satunya ikut pemandu (ustaz), dan Gubernur Syahrul  bersama keluarga serta beberapa Kadis lainnya.

Percaya atau tidak. Sebuah kejadian tak masuk logika terjadi di Masjidil Haram. Itu dialami SYL saat melaksanakan salat sunnah di Masjidil Haram.

Kisah ini sebenarnya ditutupi Syahrul dengan sangat rapat. Namun, kejadian aneh  ini, justru diungkapkan Ustaz Nawawi, Kepala Pondok Nahdlatul Natawa di Nusa Tenggara Barat (NTB).

Seperti apa kisahnya?. Subuh saat salat, Gubernur Syahrul tampil seperti jamaah kebanyakan. Kebetulan ia mau melaksanakan umrah. Jelas, dalam kondisi itu, SYL hanya menggunakan pakaian ihram; putih-putih.

Saat salat, tiba-tiba seseorang berjubah memasang sajadah di depan tempat sujud, tepat di depan Syahrul. Sejadah itu, sampai sekarang disimpan ‘sang komandan’.

Usai salat, tiba-tiba muncul lagi seseorang yang tidak dikenal. Sang ‘tamu’ tak dikenal itu, langsung menyalami Syahrul. “Assalamu alaikum. Anta mabrur,” tandas pria berjubah itu seraya berlalu, seperti yang diungkapkan Nawawi.

Syahrul yang disalami, hanya manggut-manggut. “Sudah enam tahun lebih saya di Makkah. Disalami dengan syech saja tidak pernah. Apalagi didoakan,” tandas Nawawi, heran.

Nawawi meyakinkan. “Demi Allah, saya sekarang di Makkah, Tanah Haram. Tempat mulia untuk bermohon. Saya bersumpah, demi Allah, saya tidak mengarang cerita ini. Saya lihat sendiri. Dengan mata saya sendiri melihat langsung,” tegasnya.

Syahrul yang dikonfirmasi enggan berkisah banyak. Tetapi, ia membenarkan bahwa memang sajadah itu ia simpan sampai sekarang. Selain sejadah, seseorang yang tidak dikenal lainnya, juga menyerahkan Al Quran. SYL meminta supaya Al Quran itu agar disumbangkan saja ke masjid. Karena, lanjut Syahrul kepada orang yang tak dikenalnya itu, “Saya juga sering menyumbang Quran di masjid.”

Namun, sebut SYL lagi, orang yang tidak dikenalnya itu mengatakan bahwa pemberiannya itu berbeda. “Saya terima saja. Tetapi, saya memang tidak kenal siapa yang menyerahkan Al Quran dan sejadah itu,” kisahnya.

Kisah aneh  yang dialami SYL di depan Kakbah itu pun menjadi cerita tersendiri di rombongan SISI Tour. “Demi Allah, syech itu menyampaikan bahwa SYL adalah orang baik. Tidak mudah dan sangat jarang kejadian seperti ini muncul di depan mata kita,” jelas Nawawi.

 

Nabi Hidir

Nawawi kemudian mengingat dan kemudian mengisahkan cerita gurunya di pesantren. Dikatakan, di sekitar Masjidil Haram, Nabi Hidir sering muncul dengan jelmaan yang berubah-ubah. Terkadang jadi kakek-kakek, orang tua jompo, dan juga bisa menjadi anak mudah yang gagah.

Nabi Hidir, sering muncul di hadapan orang yang menjadi pilihan. Apakah Nabi Hidir yang berwujud syech dengan jubah warna hijau itu yang mendekati SYL, tidak ada yang bisa memastikan. Semua itu adalah rahasia. Wallahu alam wassawab.

 

Pengawalan di Hajar Aswad

Bagi orang yang menunaikan ibadah umrah dan haji, Hajar Aswad adalah salah satu yang sangat dirindukan. Diyakini, mencium batu dari surga itu, akan memudahkan hidup kita dunia dan akhirat. Namun, tidak semua orang bisa punya kesempatan mencium Hajar Aswad. Apalagi, mendapat pengawalan khusus dari  penanggung jawab Masjidil Haram.

Syahrul tidak demikian. Gubernur Sulsel ini, justru mendapat pengawalan dan diberi kesempatan untuk mencium Hajar Aswad.  Seperti apa kisahnya? Lalu, apa yang didoakan Syahrul saat mencium Hajar Aswad. Tunggu edisi selanjutnya. (*)


Tag
div>