SABTU , 17 NOVEMBER 2018

Kisah Perjalanan Umrah Part 9, Manasik Sai Lanjutan Millah Ibrahim A.S

Reporter:

Editor:

asharabdullah

Kamis , 22 Maret 2018 11:15
Kisah Perjalanan Umrah Part 9, Manasik Sai Lanjutan Millah Ibrahim A.S

int

Tulisan ini mengambil salah satu episode perjalanan Nabi Ibrahim a.s. dan keluarganya, yaitu ibadah Sai sebagai salah satu rukun umrah. Tulisan ini akan menunjukkan hubungan kuat antara Islam dan agama (millah) Ibrahim.

Islam tidak hanya datang membawa syariat baru, juga melanjutkan millah Ibrahim a.s. Perjalanan umrah dapat dikatakan sebagai usaha pelestarian pengalaman spritual Rasul Allah tersebut. Sedang umat Islam diperintahkan mengikutinya, seperti dalam QS Ali Imran: 95, “Maka ikutilah agama Ibrahim yang lurus …..” Demikian halnya ketika ditanya tentang penyembelihan korban. Nabi menjawab, “Kurban adalah sunah dari nenek moyangmu Ibrahim a.s.”

Salah satu episode perjalanan Nabi Ibrahim a.s. ketika membawa keluarganya, Hajar dan putranya Ismail a.s. dari Kanan menuju ke selatan di Mekah. Setelah itu Ibrahim a.s. diperintahkan Allah untuk melanjutkan misinya dengan meninggalkan istri dan putranya, Ismail a.s., yang masih bayi di sebuah gurun tandus. Hajar pun bertanya pada suaminya, “Kemana hai suamiku, mengapa meninggalkan kami di lembah ini, tanpa seorang pun sebagai kawan dan tidak ada sesuatu apa pun?” “Apakah Allah memerintahkan?” Ibrahim a.s. mengiyakan. Hajar pun tenang dan berkata: “Kalau demikian, pastilah Allah tidak akan menyia-nyiakan kami.”

Hajar kemudian memandangi suaminya pergi sambil suaminya berdoa, ”Ya Tuhan kami, sesungguhnya aku telah menempatkan keturunanku di lembah yang tidak mempunyai tanam-tanaman di dekat rumah Engkau (Baitullah) yang dihormati…(QS Ibrahim ayat 37).

Hajar menyusui Ismail dan minum air yang ditinggalkan suaminya. Setelah air itu habis keduanya pun haus. Siti Hajar melihat anaknya menangis kehausan sambil memukul-mukulkan kakinya di atas tanah. Tidak tahan melihat keadaan anaknya, Hajar pun berusaha mencarikan air di sekitarnya dan berjalan mondar-mandir sampai 7 kali antara Bukit Safa dan Marwah siapa tahu ada orang yang lewat. Hal inilah yang diabadikan dalam ritual ibadah Sai, yakni berlari-lari kecil antara Safa dan Marwah, sebanyak 7 kali sebagai salah satu rukun Ibadah umrah. Jarak antara bukit Safa dan Marwah sekarang adalah 450 meter dikali 7 sama dengan 3,15 km. Artinya, itulah jarak dilakukan Hajar dalam ber-Sai atau berusaha untuk mencarikan minum putranya.

Episode lain dikisahkan bahwa di dekat Ismail terdadat malaikat yang menjejakkan kakinya ke bumi. Dari situ keluar air segar terpencar yang kita kenal dengan mata air Zamzam. Siti Hajar kemudian mengambil air itu dengan kedua tangannya dan ditaruh ke bejana sehingga Ismail bisa minum air tersebut sampai ia berhenti menangis.

Pelajaran yang bisa diambil:
1. Islam tidak hanya membawa syariat baru tetapi juga melanjutkan millah Nabi Ibrahim a.s.
2. Jika ingin mencapai bahagia haruslah ber-Sai. Sai berarti berusaha, tampa Sai bahagia sulit diperoleh, seperti dicontohkan Sitti Hajar pada putranya, Ismail a.s.

by Ahmad M. Sewang

Mekah al-Mukarramah, 22 Maret 2018


div>