RABU , 19 SEPTEMBER 2018

Kisah Perjalanan Umrah Ujas Tour Part 3, Ziarah di Makam Syuhada Uhud

Reporter:

Editor:

Ridwan Lallo

Jumat , 16 Maret 2018 22:37
Kisah Perjalanan Umrah Ujas Tour Part 3, Ziarah di Makam Syuhada Uhud

int

Program hari ketiga Ujas Tour adalah city tour, ziarah sekitar Kota Madinah pada tempat-tempat bersejarah, seperti Masjid Qubah, kebun kurma, Jabal Uhud, Masjid Qiblatain, dan Masjid Sabah. Mengingat terbatasnya ruang, maka tulisan ini lebih fokus pada Jabal Uhud. Selain itu, peristiwa Ubud bisa ditransformasi dalam kehidupan kekinian.

Jabal Uhud berjarak sekitar 6 km dari Kota Madinah. Jabad Uhud artinya Bukit Uhud yang meninggalkan jejak sejarah. Di bukit ini telah terjadi peperangan yang disebut Perang Uhud antara pejuang Islam yang dipimpin langsung Nabi dengan jumlah pasukan 700 orang dan kaum musyrik Quraisy yang jumlahnya jauh lebih banyak, yaitu 3000 pasukan. Perang Uhud terjadi pada 15 Syawal 3 Hijriyah (Maret 625 Masehi).

Faktor pemicu perang adalah keinginan Musyrik Quraisy membalas kekalahan mereka pada peperangan sebelumnya, yaitu Perang Badar. Ketika mereka sampai di perbatasan Madinah. Nabi mengetahuinya dan langsung mengumpulkan para sahabat untuk bermusyawarah menyusun strategi menghadapi mereka. Para sahabat mengusulkan agar umat Islam menyongsong kedatangan musuh di luar kota Madinah. Usul ini akhirnya disetujui Nabi saw. Sesuai strategi, Nabi menempatkan pasukan di atas Jabal Uhud dan memerintahkan melakukan penyerangan bila musuh mulai menyerbu. Nabi saw. menempatkan 50 pasukan khusus pemanah di atas gunung Arrimah di bawah pimpinan Mash’ab bin Umair.’

Kemenangan kaum muslimin sudah di tangan dan kaum musyrikin sudah melarikan diri. Namun, pasukan pemanah yang berada di atas gunung tergoda melihat ganimah atau barang-barang yang ditinggalkan musuh. Mereka meninggalkan posnya, padahal sebelumnya Nabi SAW telah menginstruksikan agar tidak meninggalkan pos, apapun terjadi, sebelum ada perintah.

Pengosongan pos pemanah, dimanfaatkan Khalid bin Walid (sebelum masuk Islam) untuk memimpin tentara berkudanya menyerang dari arah belakang sehingga umat Islam mengalami korban banyak, yaitu 70 sahabat gugur sebagai syuhada, termasuk paman Nabi, Hamzah bin Abdul Muthalib dan sepupunya, Abdullah bin Jahsyi. Nabi sendiri dalam peperangan tersebut mendapat luka-luka. Untung para sahabat cepat bertindak jadi perisai melindungi Nabi saw. yang oleh musuh sudah diisukan meninggal dunia karena mukanya penuh berlumuran darah. Hampir saja perang ini dimenangkan kaum musyrikin karena ketidakdisplinan para pasukan pemanah.

Jabal Uhud sekarang sudah menjadi salah satu destinasi wasata ziarah, khususnya jamaah umrah atau haji. Berziarah ke Jabal Ubud mengikuti sunnah Nabi saw. Hampir setiap tahun Nabi berziarah ke Jabal Uhud, kemudian diikuti beberapa khalifah setelah beliau wafat. Ziarah disyariatkan untuk dua tujuan, yaitu: pertama untuk mengucapkan salam kepada ahli kubur dan mendoakan mereka. Kedua untuk mengingatkan bahwa pada akhirnya manusia akan kembali kepada-Nya.

Di area pemakaman sekarang terlihat batu-batu hitam membentuk kotak cukup besar yang merupakan tanda makam Hamzah bin Abdul Muthalib. Sementara makam para syuhada lainnya tidak terlihat ada tanda nisannya. Di area pemakaman ini sudah berdiri sebuah masjid megah yang baru saja selesai dibangun.

Pelajaran dari Perang Ubud
1.Kilauan dunia sering menyilaukan mata hati untuk bisa melihat kepentingan jangka panjang, seperti dialami pasukan khusus pemana umat Islam di Perang Uhud. Perang ini memberi pelajaran berharga bahwa manusia perlu berhati-hati terhadap godaan dunia yang bisa membuat orang terjerat ke dalam pusaran kesengsaraan, seperti korupsi yang marak sekarang.
2. Muhammad memiliki sisi kenabian dan sisi kemanusiaan. Sebagai Nabi saw., beliau memiliki otoritas dalam mengatur peribadatan dan keyakinan umat agar tetap dalam nilai-nilai keilahian. Sedang, sisi kemanusiaan, dalam menghadapi masalah sosial kemasyarakatan, Nabi mendengar pendapat para sahabat melalui musyawarah, seperti dalam menyusun strategi perang.

Madinah al-Munwawwarah, 16 Maret 2018.

Oleh: Ahmad M. Sewang


Tag
  • ujas tour
  •  
    div>