RABU , 15 AGUSTUS 2018

Kisruh Pasar Sentral, Plt Wali Kota “Paksa” Pedagang Tempati Lantai Tujuh

Reporter:

Armansyah

Editor:

asharabdullah

Kamis , 03 Mei 2018 09:38
Kisruh Pasar Sentral, Plt Wali Kota “Paksa” Pedagang Tempati Lantai Tujuh

Plt Walikota Makassar, Syamsu Rizal. foto: rakyatsulsel.

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Kekisruhan pasar sentral semakin jadi, Pelaksana Tugas (Plt) Wali Kota Makassar, Syamsu Rizal bersama MTIR memaksa Pedagang untuk menempati lantai 7 yang bakal membuat PKL justru tercekik, selain harga lods yang mahal, jualan mereka bakal minim pembeli.

Padahal sebelumnya saat Moh Ramdhan “Danny” Pomanto masih aktif sebagai wali kota, telah merencanakan penataan Pedagang yang berada di Kawasan New Makassar Mall, yakni di Jalan Agus Salim dan Jalan KH Ramli.

Kondisi ini membuat Pemkot Makassar terkesan tak serius menyelesaikan kekisruhan yang terjadi sejak tahun 2017 kemarin.

Ketua Umum Asosiasi Pedagang Kaki (Aspek) 5, Muh Basir mengatakan bahwa seluruh PKL yang berada di kawasan New Makassar Mall bersepakat untuk tetap menempati Blok B yang menjadi tempat berjualan PKL di Pasar sentral.

“Kita dapat info kalau Blok B mau di bongkar, ini kita mau minta kejelasan ke Deng Ical, karena kemarin bersama Pak Danny, PKL semua akan diberikan tempat yang di blok B tapi kenapa ini mau di bongkar,” ucap Basir, Rabu (2/5)

Ia mengatakan bahwa dirinya bersama seluruh PKL yang berjumlah 1200 orang akan tetap bertahan berjualan di Blok B dan akan melakukan perlawanan jika Pemkot dan MTIR ngotot untuk memaksa pindah ke Lantai 7.

“Kami mau tidak ingin pembongkaran, karena maumi puasa, dan itu yang ditunggu-tunggu para pedagang selama 11 bulan,” ucap Basir

Ia menjelaskan bahwa lokasi di lantai 7 untuk para PKL sangat merugikan pasalnya PKL mengambil barang di lantai 1 dan dijual kembali di lantai 7 sementara barang yang diambil juga dijual di lantai 1.

“Yang jelas Aspek 5 harga mati tidak akan naik ke lantai 7 dan masuk ke New Makassar Mall dan itu sudah dibicarakan sama pak wali (Danny Pomanto) dan beliau menyetujui itu,” ungkap Basir.

Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Walikota Makassar, Syamsu Rizal MI yang memimpin rapat relokasi pedagang pasar sentral tiba-tiba menghilang saat ingin dikonfirmasi hasil rapat tersebut.

“Keluarmi bapak (Deng Ical) dari tadi,” cetus, Abd Latif, pegawai pemkot di ruang rapat walikota.

Terpisah, Salah satu pedagang yang enggan disebutkan namanya mengaku omset yang diterimanya sejak pindah di gedung sejak September 2017 lalu merosot. Bahkan, kata dia rata-rata pembeli yang datang lebih banyak pelanggan yang menang sengaja mencari tokonya.

“Selama masih ada kegiatan di bawah (tempat penampungan) tidak bakalan orang datang kesini, paling langganan ji yang datang naik cariki,” ujarnya saat ditemui di gedung baru.

Hal itu juga disampaikan pedagang lainnya yang ditemui di gedung baru. Menurut dia, rata-rata pembeli yang datang adalah pelanggan, modal yang dikeluarkan bahkan belum sepenuhnya kembali.

“Tempat kita lumayan strategis, tapi kalau dibilang modal belum kembali karena masih sunyi yang datang cuma pelanggan. Kalau kita maunya naik, tapi kalau tidak kita cuma menunggu karena inikan investasi,” jelasnya.

Relokasi pedagang ini diharapkan secepatnya bisa dilakukan. Terlebih tahun ini, pemerintah kembali mengalokasikan anggaran sebesar Rp68 miliar melalui dana APBD untuk pembangunan 19 ruas jalan, diantaranya dua jalan disekitar pasar sentral, Jalan Wahid Hasyim dan Jalan H Ramli. (*)


div>