RABU , 19 SEPTEMBER 2018

KNPI Sulsel Bekali Pemuda Kemampuan Bisnis Digital

Reporter:

Editor:

Lukman

Sabtu , 08 September 2018 15:05
KNPI Sulsel Bekali Pemuda Kemampuan Bisnis Digital

int

MAKASSAR, RAKYATSULSEL. COM – Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Sulsel menggelar workshop untuk membekali pemuda Sulsel dengan kemampuan bisnis digital atau technopreneurship. Digital Business Workshop yang diikuti 24 DPD KNPI Kabupaten/Kota se Sulsel dan 26 organisasi kepemudaan tersebut diselenggarakan di Hotel Condotel Makassar, Sabtu (8/9).

Ketua Panitia Pelaksana, Andi Tenri A, mengatakan, kegiatan ini dicanangkan bukan hanya sekedar untuk pelatihan dua hari, tapi akan ada pendampingan selama enam bulan. Puncaknya, akan diselenggarakan pesta wirausaha.

“Program ini kami selenggarakan berkesinambungan, bekerjasama dengan Gapura Digital by Google dan instansi terkait,” ujarnya.

Ia berharap, dengan berdayanya para pemuda melalui Usaha Kecil Menengah (UKM), akan banyak pengusaha muda yang memberdayakan orang sekitarnya.

Sementara, Ketua KNPI Sulsel, Imran Eka Saputra, mengatakan, workshop ini bukanlah kegiatan yang sekedar formalitas, tapi ada output yang diinginkan. Kenapa melibatkan KNPI kabupaten/kota, agar terjadi pemerataan skill dalam hal technopreneur.

“Sinergitas KNPI Sulsel dengan organisasi kepemudaan, ada penyamarataan kemampuan. Dan muaranya adalah produktifitas,” kata Imran.

Persaingan ke depan, tambah Imran, akan makin spesifik. KNPI sebagai wadah berhimpun, harus memberikan penajaman kemampuan atau skill.

“Di KNPI kami sudah membuat inkubator wirausaha, sebagai wadah belajar bisnis kecil-kecilan,” ungkapnya.

Asisten II Pemprov Sulsel Bidang Ekonomi Pembangunan, Muhammad Firda, sekaligus membuka workshop tersebut, menyampaikan, pelatihan bisnis digital sangat relevan dengan perkembangan zaman. Namun harus diingat, manusia tetap penentu utama di perkembangan zaman sehingga tidak hanya dibutuhkan pemuda cerdas, tetapi juga tangguh kepribadiannya.

“Para peserta pelatihan bisnis digital ini diharapkan bisa mengimplementasikan melalui karya nyata di era digital. Apalagi, tantangan ke depan di era digital, adalah perkembangan teknologi itu sendiri yang sangat cepat melakukan inovasi atau perubahan,” tuturnya. (*)


div>