MINGGU , 21 OKTOBER 2018

Koalisi Istana Pecah di Pilgub Sulsel

Reporter:

Editor:

asharabdullah

Jumat , 15 September 2017 10:00
Koalisi Istana Pecah di Pilgub Sulsel

Karikatur. (Doc.RakyatSulsel)

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Keinginan Nurdin Halid (NH) untuk menyatukan koalisi Istana pada  Pemilihan Gubernur (Pilgub) Sulsel 2018, bakal kandas. Satu demi satu parpol “Istana” sudah mengusung bakal calon gubernur masing-masing.

Partai koalisi Istana yang dimaksud adalah Golkar, PDIP, PPP, PAN, Hanura, PKB, dan NasDem. Diketahui, PAN dan PPP telah solid untuk mengusung Ichsan Yasin Limpo (IYL), sedangkan Golkar dan NasDem mengusung NH. Sementara, PDIP digadang-gadang mengusung Nurdin Abdullah (NA) bersama PKS. PKB sendiri sudah merapat ke Agus Arifin Nu’mang.

Praktis, tinggal Hanura yang belum menentukan sikap. Namun, pada saat pelantikan Pengurus Daerah Sulsel Partai Hanura, IYL mendapat signal keras dari OSO, Ketua Umum Partai Hanura, untuk mempertimbangkan IYL sebagai calon kuat yang diusung oleh Hanura. Jika Hanura memberikan dukungan kepada IYL, maka IYL sudah memenuhi syarat untuk maju menjadi calon Gubernur Sulsel pada 2018 mendatang.

Ketua DPW PPP Sulsel, Muh Aras, mengakui, ada keinginan untuk melanjutkan koalisi nasional di Pilgub Sulsel. Namun, PPP mengutamakan kearifan lokal. DPP PPP sudah memberikan restu untuk mendukung IYL-Cakka, walau sebelumnya kedua pasangan ini telah menyatakan sikap akan maju dengan jalur independen.

“Semuanya sudah direstui, dengan pembuktian DPP sudah menyerahkan rekomendasi kepada beliau (IYL),” ujarnya, Kamis (14/9) kemarin.

Bahkan menurut Aras, saat ini di Sulsel hampir dinyatakan tidak ada koalisi nasional. Mengingat, hanya NasDem-Golkar mengarah ke NH-Azis, sementara PAN-PPP ke IYL-Cakka.

“Koalisi nasional juga terbagi, seperti halnya juga PKS, saya dengar-dengar akan mengarah ke Nurdin Abdullah,” ungkapnya.


div>