KAMIS , 13 DESEMBER 2018

Koalisi Stop Perkawinan Anak Gelar Talkshow

Reporter:

get_the_user_login

Editor:

Iskanto

Jumat , 07 Desember 2018 18:54
Koalisi Stop Perkawinan Anak Gelar Talkshow

int

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Koalisi Stop Perkawinan Anak Sulsel melaksanakan kegiatan talk show Korupsi Dalam Perkawinan Anak, Jumat (7/12) di Gedung Penelitian Ilmiah Unhas.

Kegiatan ini dalam rangka kampanye 16 Hari Anti Kekerasan terhadap Perempuan dan mengangkat tema “Pelaminan Bukan Tempat Bermain Anak”.

Hadir tiga narasumber yaitu DR Ery Iswary seorang akademisi, H.Anwar Abu Bakar,S.Ag,M.Pd Kepala Kanwil Kementerian Agama Provinsi Sulsel, dan Husmirah Husain dari ICJ (institute of Community Justice).

Mereka memaparkan tentang praktek korupsi dalam perkawinan anak. Kegiatan ini dilaksanakan kerjasama AIPJ2 Makassar, P3KG Unhas dan Koalisi Stop Perkawinan Anak Sulsel.

Pemaparan ini didasarkan pada hasil penelitian di dua kabupaten yaitu kabupaten Bone dan Maros.

Dari penelitian ini menemukan fakta bahwa terdapat suap, pemalsuan identitas dan menaikkan usia untuk terjadinya perkawinan anak.

Praktek tersebut tentu saja melanggar nilai-nilai anti korupsi diantaranya adalah nilai integritas, transparansi, akuntabilitas dan nilai kejujuran yang merupakan nilai paling utama yang semestinya dijunjung tinggi dalam anti korupsi.

Data ini menunjukkan bahwa perkawinan anak bukan hanya disebabkan oleh kondisi kemiskinan, penyalahgunaan praktek budaya, rendahnya pendidikan orang tua dan penyebab lainnya, tapi juga disebabkan oleh rendahnya integritas para oknum aparat birokrat yang diiringi dengan pelanggaran nilai-nilai anti korupsi.

Kondisi ini diperparah dengan kurangnya kesadaran masyarakat untuk turut merawat nilai anti korupsi bahkan sebaliknya, semakin melanggengkan dan menyuburkan praktek korupsi.

Praktek korupsi ditemukan dalam berbagai bentuk seperti suap untuk mengubah data khususnya tanggal lahir dan data lainnya yang dapat mempermulus pelaksanaan perkawinan anak.

Berdasarkan realitas tersebut maka upaya menyuarakan pencegahan perkawinan anak, adalah upaya strategis untuk mengatasi masalah yang akan dialami perempuan korban perkawinan anak yang berimplikasi pada kesehatan, pendidikan, kemiskinan, kematian ibu, dan bidang terkait lainnya. (*)


Tag
div>