RABU , 19 SEPTEMBER 2018

Kodam dan Warga Bara-Baraya Sepakat Musyawarahkan Kepemilikan Lahan

Reporter:

Editor:

dedi

Kamis , 23 Maret 2017 18:30
Kodam dan Warga Bara-Baraya Sepakat Musyawarahkan Kepemilikan Lahan

int

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Kodam VII Wirabuana senantiasa menghargai dan mencintai rakyat termasuk warga Bara-Baraya.

Sikap ini terlihat ketika menanggapi reaksi berlebihan sebagian warga dan adanya upaya oknum yang ingin memprovokasi dengan tujuan menciptakan konflik berkaitan penertiban tanah okupasi di daerah Bara-Baraya Makassar.

“Kodam selalu mengutamakan pendekatan humanis, hukum maupun dialog/musyawarah, dalam menyikapi persoalan ini,” ungkap Pangdam VII/Wirabuana Mayjen TNI Agus SB, saat menerima audiensi perwakilan warga Bara-Baraya, yang di mediasi oleh anggota DPRD Provinsi Sulawesi Selatan Rusdin Tabi, Kamis (23/03)

Dalam pertemuan tersebut, kedua pihak (Kodam dan warga Bara-baraya, Red) sepakat menyelesaikan permasalahan dengan mengutamakan jalur musyawarah dan apabila tidak tercapai, dilanjutkan secara hukum ke pengadilan.

Selain itu, dari Kodam VII/Wirabuana juga bersedia menunda penertiban tahap II hingga ada kesepakatan dari hasil musyawarah.

[NEXT-RASUL]

Sementara dari pihak warga Bara-Baraya juga menyatakan tidak lagi memblokade jalan atau melakukan tindakan-tindakan yang mengganggu ketertiban umum.

“Marilah kita selalu menghargai demokrasi dan hukum. Hindari penyelesaian masalah dengan kekerasan, anarkis dan semena-mena. Sebaliknya carilah jalan terbaik melalui dialog/musyawarah,” ungkap Pangdam VII/Wirabuana, sambil mengucapkan terima kasih kepada perwakilan warga Bara-Baraya.

Agus mengakui jika selama ini banyak pihak yang berupaya menunggangi masalah dengan memprovokasi, termasuk menciptakan ketakutan pada masyarakat termasuk mendiskreditkan institusi TNI, hanya untuk kepentingan tertentu.

“Banyak yang sepertinya ingin mengambil keuntungan sehingga menciptakan konflik antara warga Bara-baraya dengan TNI,” tambah Agus.

Pada pertemuan tersebut, Rusdin Tabi, sebagai anggota DPRD Sulsel sangat menyesalkan adanya oknum yang memprovokasi masyarakat.

Legislator asal Partai Gerindra ini mengajak masyarakat Bara-Baraya agar menyerahkan persoalan ini ke pihak yang berwenang.

“Di sinikan negara hukum, jadi kita tentu harus patuh kepada hukum dan aturan yang berlaku. Saya harap atribut-atribut atau spanduk yang bernada menghujat TNI tersebut segera dilepas saja, termasuk membuka kembali akses jalan agar bisa dilewati kembali oleh masyarakat umum,” harapnya.

Selanjutnya, Kodam Wirabuana dan 28 orang KK yang menempati lahan 6.887 M² (yang akan ditertibkan), sepakat secara bersama akan memeriksa legalitas masing-masing bukti- bukti administratif.

Untuk itu, Rusdin mengatakan akan menjadwalkan pertemuan lanjutan yang akan ditentukan kemudian.(ale)


div>