SENIN , 22 OKTOBER 2018

Kodam Diduga Mengindahkan Surat Pengadilan

Reporter:

Editor:

doelbeckz

Selasa , 13 Desember 2016 13:26
Kodam Diduga Mengindahkan Surat Pengadilan

Suasana rencana pengosongan Asrama Bara-baraya yang dilakukan Kodam VII/Wirabuana, Selasa (13/12). foto: reza riyaldi saleh/rakyatsulsel.

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Salah seorang warga menolak rumahnya digusur Kodam VII/Wirabuana lantaran diduga belum ada keputusan dari Pengadilan Negeri, Selasa (13/12).

Kodam VII/Wirabuana dituding melakukan penggusuran di berbagai asrama yang diduga ingin mengembalikan tanah pinjaman, salah satu diantaranya Asrama Bara-baraya.

Salah satu warga Asrama Bara-baraya, Hasan (32), telah menolak dirinya digusur dengan secara paksa.

“Tidak ada kordinasi soal akan dilakukan penggusuran dan mereka ini secara tiba tiba datang. Lalu, melakukan pembongkaran,” ujarnya.

Hasan mengatakan, soal pembongakaran tersebut karena diketahui masih dalam proses persidangan di Pengadilan Negeri.

“Ini sementara dalam proses di pengadilan dan belum ada keputusan. Makanya saya bingung ini, tiba-tiba datang membongkar padahal sudah diperlihatkan surat dari pengadilan, tapi mereka mengindahkan,” ungkapnya.

Pihak Kodam VII/Wirabuana tekah memberikan dana kepada warga sekira sebesar Rp27,5 juta. Namun, beberapa warga telah menolak pemberian dana tersebut karena ingin mengikuti persidangan.

“Saya menolak pemberian dana yang diberikan pihak Kodam VII/Wirabuana karena saya mau mengikuti proses persidangan di Pengadilan Negeri, kalau kalah, harus menerima resiko,” jelasnya. (***)

 


div>