MINGGU , 23 SEPTEMBER 2018

Kodam VII Wirabuana Tunda Penertiban Lahan Asrama Bara-baraya

Reporter:

Editor:

doelbeckz

Jumat , 24 Maret 2017 11:34
Kodam VII Wirabuana Tunda Penertiban Lahan Asrama Bara-baraya

Pangdam VII Wirabuana, Mayjen TNI Agus Surya Bakti. foto: ist for rakyatsulsel,

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Kodam VII Wirabuana dan anggota DPRD Sulsel Rusdin Tabi beserta perwakilan dari aliansi warga Asrama Bara-baraya bersatu menggelar dialog atau musyawarah dalam rangka membahas polemik permasalahan penertiban lahan terhadap ke 28 Kepala Keluarga (KK).

Pertemuan tersebut, dipimpin langsung Pangdam VII Wirabuana Mayjen TNI Agus Surya Bhakti didampingi Kasdam VII Wirabuana Brigjen TNI Supartodi.

Panglima Kodam VII Wirabuana, Mayjen TNI AD, Agus Surya Bhakti mengklaim jika dirinya selalu mengutamakan pendekatan humanis. Ia mengatakan, hukum maupun dialog atau musyawarah sebagaimana hasil audiensi antara kedua belah pihak.

“Kodam VII Wirabuana senantiasa menghargai dan mencintai rakyat termasuk warga Bara-Baraya. Sikap ini terlihat ketika menanggapi reaksi berlebihan sebagian warga dan adanya upaya oknum memprovokasi dengan tujuan menciptakan konflik berkaitan penertiban lahan okupansi di daerah Asrama Bara-Baraya Makassar,” kata Agus saat pertemuan di Makodam VII Wirabuana diberitakan Rakyat Sulsel, Jumat (24/3).

Ia menjelaskan, dari hasil yang dicapai antara kedua belah pihak diantaranya menyelesaikan masalah dengan mengutamakan jalur musyawarah. “Apabila tidak tercapai, dilanjutkan secara hukum ke pengadilan. Kemudian, kami juga akan menunda penertiban tahap II,” ucapnya.

Lebih lanjut, kata Agus, penundaan tersebut tak cukup lama dan menunggu waktu yang tepat untuk melakukan penertiban lahan. “Tunggu waktu yang tepat, karena kami sementara cari solusinya untuk ke 28 KK tersebut,” bebernya.

Ia mengimbau kepada warga Asrama Bara-baraya untuk tidak lagi memblokade jalan atau melakukan tindakan-tindakan yang mengganggu ketertiban umum.

[NEXT-RASUL]

“Marilah kita selalu menghargai demokrasi dan hukum. Hindari penyelesaian masalah dengan kekerasan, anarkis, dan semena-mena. Sebaliknya carilah jalan terbaik melalui dialog atau musyawarah,” tegasnya.

Ia menambahkan, sangat berterima kasih kepada seluruh perwakilan warga Asrama Bara-Baraya yang mau berdialog. “Karena selama ini banyak pihak yang berupaya menunggangi masalah dengan memprovokasi, termasuk menciptakan ketakutan pada masyarakat serta mendiskritkan institusi TNI, hanya untuk kepentingan tertentu,” ujarnya.

Sementara, Legislator DPRD Sulsel, Rusdin Tabi, mengaku, sangat menyesalkan adanya oknum yang meprovokasi masyarakat. Namun dirinya berjanji akan mengajak warga kembali ke kehidupan semula.

“Kembali ke kehidupan semula itu seperti patuh kepada hukum dan aturan yang berlaku serta melepas atribut-atribut atau spanduk yang bernada menghujat TNI, termasuk membersihkan jalan agar bisa dilewati kembali oleh masyarakat umum,” jelasnya.

Namun untuk ke depannya, pihak Kodam VII Wirabuana dan 28 KK yang berpenghuni di tanah 6,887 M2 yang menjadi wilayah penertiban lahan, secara bersama akan memeriksa legalitas bukti-bukti administratif.

Dari hasil pantauan Rakyat Sulsel, Markas Komando Rayon Militer (Koramil) wilayah Bara-baraya saat ini sudah menjadi lebih baik lantaran hasil gotong royong untuk memperbaiki hasil tindakan kedua oknum yang mengatasnamakan warga Asrama Bara-baraya. (***)


div>