SELASA , 17 JULI 2018

Koko Menang, Masyarakat Krisis Kepercayaan Figur Usungan Parpol

Reporter:

Editor:

Ridwan Lallo

Kamis , 12 Juli 2018 16:10
Koko Menang, Masyarakat Krisis Kepercayaan Figur Usungan Parpol

int

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Rapat pleno rekapitulasi penghitungan suara Pilkada Kota Makassar telah dilakukan pada Sabtu (7/7). Dari pleno tersebut diketahui kolom kosong (Koko) unggul dari pasangan calon (paslon) tunggal, Munafri Arifuddin-Andi Rachmatika Dewi atau Appi-Ciccu.

Ketua Milenial Institute Kota Makassar, Muh Hadizchal menilai jika kemenangan kolom kosong atas paslon menjadi dalam musibah demokrasi di republik ini.

Menurutnya, masyarakat mengalami krisis kepercayaan terhadap figur yang di usulkan partai. Kemuduran dalam sistem penjaringan calon, atau sistem kaderisasi partai yang buruk itu bisa menjadi sebabnya.

“Seingat saya di pemilu 2013, ada 10 Paslon yang bersaing, tahun 2018 yang bertarung paslon melawan kolom kosong, dan itupun kalah. Proses politik hanya melanggengkan kekuasaan dan kepentingan semata, partai seakan lupa bahwa rakyatlah yang menentukan”, ujar ichal yang juga mantan Kabid PTK&K HmI Makassar Timur.

Ditambah catatan di Makassar Paslon di sokong oleh 10 partai politik. Ditambah lagi ada 43 kursi Parlemen menyisakan kursi parlemen milik Partai Demokrat. Kedepan partai harus berbenah mengusung Calon Kepala Daerah karena saat ini pemilih lebih cerdas dan independen dalam menggunakan hak pilihnya.

“Kemenangan kolom kosong harusnya menjadi bahan evaluasi partai dalam memilih calon pemimpin daerah, kepercayaan publik harus kembali di rebut oleh partai,” tutup ichal. (*)


div>