SABTU , 20 JANUARI 2018

Kolor Ijo Kabur, Keselamatan Warga Terancam

Reporter:

Editor:

asharabdullah

Senin , 08 Mei 2017 11:01
Kolor Ijo Kabur, Keselamatan Warga Terancam

Ini Dia Ketiga narapidana yang kabur dari Lapas Klas I Makassar.(*)

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Iqbal alias Bala alias Kolor Ijo (34), terpidana mati kasus penusukan kelamin wanita, kabur dari kamar tahanan Lapas Kelas I Makassar, Minggu (7/5), dini hari. Dia kabur setelah menggergaji jeruji jendela lapas. Bersama Bala, ikut dua narapidana seumur hidup, Rizal Budiman alias Ical (22), dan Muh Tajrul Kilbareng alias Arun (31).

Dilansir dari Fajar (Jawa Pos Group), Bala alias Kolor Ijo, berada di Lapas Kelas 1 Makassar sejak 18 September 2016. Sebelumnya, ia pernah ditempatkan di Lapas Kelas IIB Masamba, 25 September 2015. Ia ditempatkan di Blok. A1 Kamar 10, setelah divonis pidana mati, dengan pasal 340 KUHP.

Menjelang delapan bulan masa tahanan di Lapas kelas I Makassar, Bala ternyata tidak pernah berhenti mencari akal untuk melarikan diri. Hingga akhirnya ia berhasil menemukan jalan keluar pada  Minggu, 7 Mei.

Petugas Lapas Kelas I Makassar baru menyadari jika Bala beserta Rizal dan Muh Tajrul melarikan diri saat petugas melakukan apel pagi sekira pukul 06.15 Wita.

Kepala Lapas Kelas I Makassar, Marasidin Siregar membenarkan peristiwa tersebut. Ia menjelaskan, ketiga pelaku diperkirakan melarikan diri sekitar pukul 02.00 – 04.00 Wita, melalui ventilasi udara. “Karena pada pukul 12.00 Wita, petugas yang melakukan kontroling, masih melihat ketiga napi di dalam kamar,” kata Marasidin di Lapas Kelas I Makassar, 7 Mei.

Marsidin menambahkan, ventilasi udara dirusak. Beberapa besi mereka potong menggunakan gergaji. “Tapi kita belum temukan gergajinya,” ungkap Marasidin.

Ukuran ventilasi itu tidak terlalu besar, namun mereka berhasil keluar satu persatu dari dalam kamar. Di luar, mereka menyusuri selokan, agar tidak terlihat oleh sipir yang berjumlah delapan orang. Kemudian mereka menuju pos dua. Tanpa penjagaan, karena yang lain harus membagi untuk menjaga 1.133 tahanan dan napi.

[NEXT-RASUL]

Marasidin menambahkan, menggunakan tali dan sarung yang telah dibuat pelaku, mereka melempar tali tersebut, hingga tersangkut pada tembok. Lalu memanjat pagar pembatas setinggi sekira lima meter. “Tali dan sarungnya ada,” ungkap Marasidin tanpa memperlihatkan barang bukti.

Lapas Kelas I Makassar Gunung Sari, mengimbau kepada masyarakat agar mewaspadai atau segera melaporkan kepada pihak keamanan, apabila ada orang asing di sekitar lingkungan yang baru ditemui atau mencurigakan gerak-geriknya.

Sapri (19), warga Jalan Alauddin yang tinggal di sekitar lapas, mengaku, tidak tahu menahu jika ada tiga narapidana yang meloloskan diri pada Minggu dini hari tersebut. “Saya baru tahu, jika ada narapidana yang kabur dari dalam lapas, itu juga dari pemberitaan saja,” jelasnya.

Kabid Humas Polda Sulsel, Kombes Pol Dicky Sondani mengungkapkan, pelaku melewati lubang angin yang berukuran sangat kecil. “Jadi lubang kepala kita aja tidak cukup masuk, mungkin mereka kurus sehingga dapat lolos,” ungkap Dicky saat berada di Lapas Kelas I Makassar, siang hari.

Dicky juga mengaku telah melihat beberapa barang bukti, seperti gergaji, paku yang dibuat jangkar berada di dalam kamar. “Saya liat barang buktinya (gergaji) ada di situ kecil sekali, termasuk paku yang dibuat jangkar untuk manjat,” imbuhnya.

Ketiga pelaku ini, kata Dicky, adalah tahanan kelas kakap. Pihaknya memastikan akan menangkap ketiga tahanan yang kabur tersebut. “Sudah ada tim khusus, apalagi ketiga DPO sudah kita sebar identitasnya,” ungkapnya.

Informasi yang berkembang, tim khusus yang dibentuk Polrestabes Makassar itu melibatkan 10 personel dan sudah melakukan pencarian ke lokasi tempat pelarian ketiga narapidana tersebut. Namun, Dicky mengimbau kepada ketiga pelaku, agar menyerahkan diri. “Jika tidak, maka petugas akan melakukan tindakan tegas,” tandasnya.


div>