MINGGU , 21 OKTOBER 2018

Kominfo Minta Media Bermartabat Untuk Pemilu Berkualitas

Reporter:

Editor:

Ridwan Lallo

Kamis , 20 September 2018 15:48
Kominfo Minta Media Bermartabat Untuk Pemilu Berkualitas

int

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) bekerjasama dengan Kaukus Media dan Pemilu menggelar Editor’s Forum dengan tajuk “Media Bermartabat untuk Pemilu Berkualitas” di Hotel Rinra Makassar, Rabu (19/9).

Kegiatan tersebut menghadirkan beberapa narasumber yang kompeten. Diantaranya, mantan Ketua Dewan Pers, Atmakusumah Astraadmadja, anggota Dewan Pers, Agus Sudibyo, Pakar Media Freddy H Tulung,  Jaringan Pemberitaan Indonesia Kemkominfo, Dwi Tri Waluyo, Kabid Humas Polda Sulsel, Kombes Pol Dicky Sondani dan Kapendam XIV Hasanuddin.

Direktur Pengelolaan Media Kemkominfo, Siti Meiningsih dalam sambutannya mengatakan, seminar ini digelar dalam rangka mendukung pelaksanaan Pemilu, sehingga insan pers bersama-sama pemerintah turut membantu menyelenggarakan pesta demokrasi ini berjalan damai dan bermartabat.

“Kami berharap melalui andil insan pers, pesta demokrasi yang digelar sekali lima tahun berjalan secara aman, damai dan bermartabat,” ujar Mei.

Menurutnya, insan pers merupakan bagian dari pilar demokrasi memiliki kewajiban dan tanggungjawab, untuk bersama-sama memberikan edukasi kepada masyarakat agar pelaksanaan demokrasi di Indonesia berjalan dengan jujur, adil, bebas dan rahasia.

“Mewujudkan demokrasi yang jujur, adil, bebas dan rahasia, tidak saja tanggungjawab dari Stakeholder terkait, namun juga bagian¬† dari peran insan pers,” imbuhnya.

Sekertaris PWI Sulsel, M Anwar Sanusi mengingatkan kepada insan pers tentang pentingnya menjaga kesantunan. “Ini untuk menjaga martabatnya dalam menciptakan suasana kondusif dalam Pemilu 2019,” katanya.

Menurutnya, media memiliki peran yang sangat besar dalam menciptakan pemilu yang bermartabat dan berkualitas. “Itu yang kami harapkan dengan adanya kegiatan ini,” jelasnya.

Sementara Humas Polda Sulsel, Kombes Pol Dicky Sondani menegaskan siap mengawal jalannya Pemilu 2019 mendatang. “Kami sudah siap mengawal jalannya Pemilu. Strategi pengamanan sudah kasi siapkan,” ujar Dicky.

Ia berharap agar Pemilu kelak tidak ada informasi yang sifatnya hoax. “Jadi kami harap peran media,” jelasnya.

Dalam kesempatan itu juga digelar pembacaan deklarasi. Pembacaan deklarasi dipimpin langsung Ketua Bidang Organisasi PWI Sulsel , H Mappiar.

Adapun poin dalam deklarasi itu. Pertama, akan menjaga iklim politik yang aman, damai dan kondusif dengan semestinya menjadi prioritas semua pihak menjelang tahun 2019 dimana Indonesia akan menyelenggarakan pemilihan umum.

Kedua, pada tahun politik saat ini, arus komunikasi politik akan memusat di media massa dan media sosial. Oleh karena itu penting kiranya menggelorakan kesantunan bermedia kepada seluruh pemilik media, redaktur, wartawan serta para netizen. Kesantunan bermedia dalam kaitannya dengan wacana politik akan sangat menentukan sejauhmana masyarakat memaknai pemilu dan ketelibatan masing-masing dalam pemilu.

Ketiga, segenap unsur pers nasional, yakni pemilik media, pemimpin redaksi, wartawan, asosiasi media mesti menyadarkan kekuatan media dalam menhgerakkan opini dan pilihan politik masyarakat. Oleh karena itu, mutlak bagi mereka untuk senantiasa menjaga spitit independen dan imparsialitas serta senantiasa merujuk pada kode etik jurnalistik dalam menjalankan fungsi jurnalistiknya.

Keempat, segenap partai politik, kandidat, calon legislatif, tim sukses dan simpatisan harus menghindari tindakan-tindakan provokasi menggunakan media massa dan media sosial yang dapat menyebabkan perpecahan masyarakat.

Kelima, para netizen perlu menggunakan media sosial dan media baru lainnya untuk mencari informasi, berjaringan dan berdiskusi. Namun hendaknya disaat yang sama kita tidak terseret oleh gelombang hoax dan ujaran kebencian, tidak terpengruh olehnya dan tidak menyebarkannya. Mari kita bersama-sama menjaga kedewasaan, kesantunan dan sikap bertanggung jawab di media sosial.

Dan yang terakhir, sebagai warga bangsa, kita bersama-sama perlu mempertahankan ruang publik bermedia yang kondusif. (*)


div>