SELASA , 13 NOVEMBER 2018

Komisi C DPRD Makassar Pantau Sistem Drainase

Reporter:

Alief

Editor:

asharabdullah

Kamis , 21 Desember 2017 17:45
Komisi C DPRD Makassar Pantau Sistem Drainase

Komisi C DPRD Kota Makassar turun memantau langsung beberapa wilayah yang tergenang dan kondisi sistem drainase yang ada, Kamis (21/12). ist

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Curah hujan mengguyur Kota Makassar pekan terakhir yang sangat tinggi mengakibatkan sejumlah wilayah di Kota Makassar terendam. Kendati Pemkot telah mengerahkan ratusan satgas drainase melakukan pengangkatan sedimen dan pembenahan drainase, namun upaya tersebut tidak maksimal. Sejumlah wilayah masih terendam meski hujan meredah.

Menyikapi hal tersebut, Komisi C DPRD Kota Makassar, tak tinggal diam terkait persoalan yang hampir tiap tahun melanda Kota Makassar ini. Mereka turun memantau langsung beberapa wilayah yang tergenang dan kondisi sistem drainase yang ada, Kamis (21/12).

Komisi C DPRD Kota Makassar turun memantau langsung beberapa wilayah yang tergenang dan kondisi sistem drainase yang ada, Kamis (21/12). ist

Ketua Komisi C DPRD Makassar, Rahman Pina, yang memimpin langsung pemantauan, mengatakan, jika pihaknya turun langsung ke lokasi lantaran ingin mengetahui secara pasti penyebab persoalan genangan dan banjir tersebut.

“Persoalan genangan dan banjir ini hampir tiap tahun terjadi jika musim hujan. Berdasarkan laporan dari Dinas PU juga mengatakan sudah berupaya maksimal menangani hal ini, tapi ternyata masih juga ada beberapa wilayah yang tergenang. Makanya kami di Komisi C turun untuk melihat langsung dimana dan apa penyebabnya,” terang Rahman Pina, didampingi anggota Komisi C lainnya, Fasruddin Rusli, Munir Mangkana, Sangkala Saddiko dan Arifin Dg Kulle.

Menurut, politisi Fraksi Golkar ini, meskipun DPRD telah menganggarkan sejumlah pembenahan dan pembangunan sistem drainase, namun masih saja terjadi genangan. Hal tersebutlah yang menjadi dasar asumsi bahwa masih ada masalah terkait persoalan drainase.

“Kita sudah sediakan anggaran yang sangat cukup untuk membangun sistem drainase, tapi ternyata masih ada genangan jika hujan. Inilah yang kita ingin tahu dimana saja yang potensi terjadinya genangan, untuk dievaluasi,” ujarnya.

Rahman Pina juga menjelaskan, jika hasil evaluasi nanti tentu akan bisa disimpulkan apakah persoalannya ada di sistem drainase atau memang faktor alam.

“Ini yang akan kita evaluasi. Kalau genangan tersebut cepat surut berarti sistem drainase kita sudah bagus, tapi kalau genangannya tidak surut meski hujan telah reda, berarti ada kelemahan pada sistem drainase kita. Itulah yang akan kita evaluasi bersama Dinas PU,” jelas Rahman Pina.

Sementara itu, Kepala Bidang PSDA dan Drainase Dinas PU Makassar, Muh Fuad Azis DM, yang juga turut mendampingi peninjauan Anggota Komisi C DPRD Makassar ini, menyampaikan, pihaknya sejak jauh-jauh hari telah mengerahkan satgas drainase untuk mengantisipasi persoalan genangan saat intensitas hujan cukup tinggi.

“Persoalan pembenahan drainase kita sudah lakukan sejak sebelum memasuki musim penghujan, karena kita ingin mengantisipasi terjadinya genangan yang kerap dikeluhkan,” ujarnya.

Fuad melanjtkan, jika pihaknya telah mengerahkan 480 satgas yang ada di tiap titik genangan. Namun, ia juga mengaku jika persoalan tersebut tidak akan mungkin teratasi jika tidak ada kolaborasi dengan seluruh stakeholder.

“Total ada 480 satgas yang kita turunkan menjaga titik-titik rawan genangan. Tapi kami juga meminta kolaborasi dan kerjasama dari pihak lain seperti DPRD, Dinas terkait, pemerintah setempat, serta masyarakat, agar turut serta menjaga dan memelihara kondisi drainase,” pungkasnya. (*)


div>