RABU , 12 DESEMBER 2018

Komisi D Abaikan Monev SKPD

Reporter:

Editor:

hur

Kamis , 07 April 2016 18:13

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Dari empat komisi di Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Makassar, satu-satunya komisi yang belum menggelar Rapat Monitoring dan Evaluasi (Monev) untuk triwulan pertama penggunaan anggaran 2016, adalah tersisa komisi D Bidang Kesejahteraan Masyarakat (Kesra).

Komisi D hingga berakhirnya agenda rapat Monev pertama, sesuai yang dijadwalkan Badan Musyawarah (Bamus), belum juga memanggil SKPD yang bermitra dengannya. Sekretaris Komisi D Hamza Hamid bahkan tidak mengetahui jadwal monev di komisinya.

“Kami ini hanya sekretaris komisi, meskipun kami mau Monev kalau pak ketua belum mau. Kita ini kan cuma ngikut saja apa kata pak ketua,” terang Hamzah di kantor DPRD Makassar. Ia juga mengaku belum diberikan agenda soal pelaksanaan Monev di Komisi D.

Menurutnya, kemungkinan Monev komisi D menunggu hingga pelaksanaan Ujian Nasional(UN) usai. “Mungkin setelah UN ini selesai, apalagi saat ini Dinas Pendidikan masih sibuk-sibuknya, sekaligus nanti kami di komisi sekalian mengevaluasi penyelenggraan UN tahun ini,” kata legislator PAN itu.

Dikonfirmasi terpisah, Ketua Komisi D, Muzakkir Ali Djamil membenarkan kalau komisi yang dipimpinnya memang belum menggelar rapat Monev. Agenda Monev yang sebelumnya sudah ditetapkan Bamus, ia pindahkan di akhir April mendatang. “Rencananya tiga pekan depan baru kita gelar,” ungkapnya.

Selain itu, waktu yang cukup lama tersebut, bisa dimanfaatkan seluruh SKPD untuk menyusun laporan pertanggungjawaban program yang sudah dijalankan pada trwulan pertama penggunaan anggaran tahun ini. “Kita mau SKPD yang menjadi mitra komisi D punya waktu dalam menyusun laporan, agar dokumen yang dibawa pada saat Monev tidak lagi membuat bingung anggota Komisi D,” katanya.

Pasalnya sejauh ini, menurut Mudzakkir Ali Djamil, laporan pertanggungjawaban program dan resapan anggaran SKPD yang diberikan setiap Monev, banyak yang tidak detail. “Laporan SKPD selama ini kadang tidak detail, olehnya itu waktu yang tersisa ini harus dimanfaatkan SKPD untuk menyusun laporan dengan baik. Sambil menunggu Dinas Pendidikan yang saat ini belum siap karena masih sibuk mengurusi UN,” katanya.

Sementara, Peneliti Kopel, Santa TG mengungkapkan, setiap komisi harusnya tidak mengabaikan rapat monev untuk SKPD, sebab melalui Monev capaian kerja SKPD akan diketahui oleh legislatif, sehingga jika ada SKPD yang serapan anggaran dan programnya rendah bisa langsung dievaluasi dan digenjot oleh DPRD.

“Inilah mengapa kadang ada SKPD yang realisasi anggarannya minim, karena DPRD juga khususnya dikomisi yang jadi mitra tidak pro aktif,” kata Santa. Menurutnya, Komisi D tidak harus menunggu UN selesai digelar untuk Monev dilakukan, sebab mitra komisi D bukan cuma Dinas Pendidikan.

“Kan masih ada Dinas Kesehatan dan SKPD lainnya, Dinas Pendidikan kalau memang masih sibuk dalam penyelenggaaan UN ini, kan bisa belakangan,” katanya.

Sementara itu, Wakil Ketua DPRD Kota Makassar, Indira Mulyasari menuturkan, sangat wajar jika Komisi D belum menggelar monev karena beberapa hari terakhir ini mereka fokus di UN SMA saat ini.

“Mereka sibuk mendampingi UN jadi mereka belum monev,” tutupnya legislator Fraksi Nasdem ini.


Tag
  • monev SKPD
  •  
    div>