SELASA , 25 SEPTEMBER 2018

Komisi I Minta SKPD Komitmen Berantas Pungli

Reporter:

Editor:

Niar

Minggu , 26 Maret 2017 14:19
Komisi I Minta SKPD Komitmen Berantas Pungli

Anggota Komisi I DPRD Kota Parepare, Apriyani Djamaluddin.

PAREPARE, RAKYATSULSEL.COM – Ketua Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Parepare, Tasming Hamid, mengatakan, Satuan Perangkat Kerja Daerah (SKPD) dalam lingkup Pemerintah Kota (Pemkot) Parepare, untuk berkomitmen dalam memberantas pungutan liar (pungli).

Dia menjelaskan, slogan peduli tanpa pungli yang terdapat pada sejumlah SKPD harus betul-betul diimplementasikan. Supaya, kata dia, pelayanan kepada publik berjalan maksimal tanpa harus membeda-bedakan yang disebabkan oleh dampak pungli tersebut.

“Beberapa hari yang lalu, salah seorang oknum honorer Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) terjaring Operasi Tangkap Tangan (OTT), yang diduga melakukan pungli sebesar Rp10 ribu. Namun, bukan angkanya yang dilihat tetapi perbuatannya. Bayangkan jika itu dikalikan dengan banyaknya masyarakat yang ingin mengurus keperluan administrasinya, dan harus melakukan pembayaran yang tidak sah,” katanya, Minggu (26/03/2017).

Tasming menjelaskan, selain lingkup SKPD, pihak Kecamatan dan Kelurahan juga harus ikut berkomitmen dalam memberantas pungli. Terlebih, jelasnya, pelayanan paling dasar utamanya ada pada Kelurahan. “Kami juga menghimbau pada Ketua RT/RW, jangan sampai ikut terlibat dan mencoba melakukan pungli,” ujarnya.

Sementara, salah seorang Anggota Komisi I, Apriyani Djamaluddin, mengungkapkan, pihaknya sangat menyayangkan dua oknum Pegawai dan Honorer pada Kantor Badan Keuangan Daerah (BKD) Parepare, yang juga terjaring OTT baru-baru ini, yang diduga melakukan pungli kepada masyarakat sebesar Rp500 ribu. Terlebih, katanya, kedua oknum tersebut adalah kaum perempuan.

“Saya berharap, mudah-mudahan ini yang terakhir kalinya, dan tidak terulang lagi. Namun, kami juga meminta kepada masyarakat untuk sadar dengan tidak memberikan iming-iming jika mengurus keperluan,” jelasnya.

Sebelumnya, salah seorang oknum honorer dalam lingkup Disdukcapil) Parepare, Agusdam Dg. Mallawa (29), tertangkap setelah terjaring OTT oleh Tim Sapu Bersih (Saber) Pungli Parepare, karena diduga melakukan tindak pidana pungutan liar (pungli). Berdasarkan hasil laporan Polisi, Agus yang merupakan oknum honorer operator cetak Kartu Keluarga (KK) tersebut, diduga melakukan pungli dalam penerbitan Akta Kelahiran di Disdukcapil Parepare, sebesar Rp10 ribu.

Sementara, dua oknum dari Kantor BKD Parepare yakni C yang berstatus Pegawai Negeri Sipil (PNS), dan A berstatus sebagai honorer, terjaring OTT lantaran melakukan pungli sebesar Rp500 untuk penerbitan Kartu Keluarga (KK) pada Kantor Disdukcapil Parepare. (Luki)


Tag
div>