KAMIS , 15 NOVEMBER 2018

Komisi II Minta Dissos Serius Tangani Orang Gila

Reporter:

Editor:

Niar

Minggu , 09 April 2017 17:02
Komisi II Minta Dissos Serius Tangani Orang Gila

Sekretaris Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kota Parepare, Muh. Yusuf Nonci.

PAREPARE, RAKYATSULSEL.COM – Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Parepare mendesak Dinas Sosial (Dissos) Parepare, untuk serius menangani orang gila yang berkeliaran di Kota kelahiran BJ Habibie tersebut. Hal itu, diungkapkan Sekretaris Komisi II DPRD Parepare, Muh. Yusuf Nonci.

Dia mengatakan, Dissos berkewajiban dalam mengamankan orang gila yang berkeliaran, yang makin meresahkan masyarakat Parepare pada umumnya. Pasalnya, kata dia, orang gila di jalanan tak jarang berbuat onar dan gaduh, dengan melempar rumah masyarakat maupun mengganggu ketertiban umum.

Dia menjelaskan, Dissos harus mengupayakan untuk menertibkan orang gila dengan bekerjasama Dinas Polisi Pamong Praja (Dispol PP) Parepare. Setelah itu, katanya, ditampung dan diupayakan untuk memfasilitasi dan membawa ke Rumah Sakit Dadi di Kota Makassar.

“Penting juga untuk melakukan upaya identifikasi data keluarga orang gila tersebut, supaya pihak keluarga memeroleh informasi sekaligus koordinasi. Kalaupun alasannya bahwa setelah diamankan dan kembali berkeliaran, itu lantaran pihak Dissos tidak mengupayakan pengiriman ke RS Dadi,” katanya, Minggu (09/04/2017).

Dia mengungkapkan, tidak ada alasan bagi Dissos untuk tidak melakukan pengirim. Terlebih, lanjutnya jika alasan mobil dan biaya. “Karena ada anggaran operasional Dinas yang bisa digunakan, supaya penggunaannya juga tepat. Apalagi, ini menyangkut keamanan dan keselamatan masyarakat,” jelasnya.

Terpisah, Kepala Bagian Hubungan Masyarakat (Humas) dan Protokoler Sekretariat Daerah Kota (Setdako) Parepare, Amarun Agung Hamka, mengemukakan, persoalan orang gila hampir tidak ada habisnya. Karena, kata dia, sebagian besar orang gila yang berkeliaran di Parepare merupakan kiriman dari luar.

“Kami sering melakukan pengamanan bersama Dissos dan Dispol PP. Hanya saja, setelah diamankan adalagi bermunculan. Tinggal mau dicari sumbernya dari mana, karena Parepare jadi sasaran empuk. Seperti misalnya orang gila yang ada diturunkan dari kapal, dan dari mobil,” ungkapnya.

Karenanya, lanjut Hamka, memang dibutuhkan kerjasama oleh pihak keamanan dalam hal ini Kepolisian. “Nanti kami juga minta datanya pada Dispol PP terkait berapa jumlah orang gila yang diamankan dan yang sudah dikirim,” tandasnya. (luk)


Tag
div>