KAMIS , 15 NOVEMBER 2018

Komisi IX Kritisi Pelayanan Kesehatan CJH

Reporter:

Editor:

Nunu

Selasa , 22 Agustus 2017 10:00
Komisi IX Kritisi Pelayanan Kesehatan CJH

PERIKSA KESEHATAN. Nampak Calon Jemaah Haji (CJH) sedang melakukan pemeriksaan kesehatan di Asrama Haji Sudiang, beberapa waktu lalu. Saat kunjungan Komisi IX DPR RI, kemarin, persoalan pelayanan kesehatan CJH menjadi sorotan.

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Komisi IX DPR RI melaksanakan kunjungan kerja ke Embarkasi Makassar, dalam rangka peninjauan pengawasan kesehatan jemaah haji, Senin (21/8). Tim yang dipimpin Wakil Ketua Komisi IX DPR RI, Syamsul Bachri ini, mengkritisi pelayanan kesehatan Calon Jemaah Haji (CJH).
Pembatalan keberangkatan CJH asal Maluku, Musa Toekan, yang menderita penyakit gagal ginjal, menjadi perhatian tersendiri Komisi IX DPR RI. Syamsul Bachri menilai, Kementerian Kesehatan dan Kementerian Agama tidak berkoordinasi dengan baik, sehingga terdapat perbedaan pendapat.
“Kesehatan jemaah haji harus menjadi yang utama dalam proses ibadah haji. Namun disisi lain, tidak boleh mengabaikan sisi kemanusiaan, dalam hal ini semangat berhaji dan sudah mendapat rekomendasi untuk berhaji,” kata Syamsul.
Ia mengatakan, pemerintah harus komitmen dan satu suara dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. Tidak boleh ada diskriminasi bagi jemaah haji.
“Saya melihat ada perbedaan pendapat antara Kementerian Kesehatan dan Kementerian Agama, terkait jemaah haji yang terkena gagal ginjal. Info yang saya dapat, ada penyakit yang sama namun tetap diberangkatkan, lalu kenapa di Makassar batal. Nah, ini kita akan telusuri,” tambahnya.
Syamsul menuturkan, pembatalan keberangkatan terhadap Musa Toekan yang dilakukan Dinas Kesehatan Provinsi Sulsel, memang sudah tidak bisa diganggu gugat. CJH yang bersangkutan tidak memenuhi persyaratan untuk terbang, ditambah lagi Pemerintah Arab Saudi melarang mengikutkan CJH yang mempunyai penyakit gagal ginjal.
“Kami merekomendasikan kepada Pak Musa, agar menunda keberangkatannya untuk melakukan pengobatan. Setelah sembuh, maka tahun depan akan diprioritaskan berangkat,” ucapnya.
Sementara, Kepala Kantor Wilayah Kemenang Sulsel, Abd Wahid Thahir, mengakui, pihaknya dilema dalam persoalan pemberangkatan jemaah yang gagal ginjal tersebut. Pasalnya, Gubernur Sulsel dan Maluku meminta untuk diberangkatkan, sementara pilot pesawat menilai kondisi CJH tersebut tidak memenuhi syarat.
“Ini membuat kita dilema. Dari segi kesehatan jemaah tidak memenuhi syarat terbang, sementara banyak yang rekomendasi menginginkan CJH tersebut berangkat,” ucapnya.
Ia pun mengambil keputusan, diperkuat dengan keputusan dari Dinas Kesehatan Provinsi Sulsel, untuk tidak memberangkatkan jemaah haji tersebut dengan alasan kesehatan.
Sekedar informasi, sebanyak 450 jemaah haji dari kloter 30 yang terdiri dari 345 CJH asal Kabupaten Jeneponto dan 105 dari Kabupaten Pangkep, telah memasuki Asrama Haji Sudiang. Mereka akan diterbangkan ke Jeddah, hari ini, Selasa (22/8), menggunakan pesawat Garuda Indonesia GIA 1117. (mg04/dwi/D)


Tag
div>