JUMAT , 17 AGUSTUS 2018

Komisi VIII DPR-RI Kunjungi Kanwil Kemenag Sulsel

Reporter:

Editor:

hur

Jumat , 22 April 2016 19:33
Komisi VIII DPR-RI Kunjungi Kanwil Kemenag Sulsel

int

CITIZEN REPORTER – Sebagai bagian dari tugas dan fungsinya sebagai lembaga Legislasi, Pengawasan dan Budgeting, menjadi salah satu alasan Komisi VIII DPR RI melaksanakan Kunjungan Kerja Spesifiknya ke Kanwil Kemenag Sulsel, Jumat (22/4).

Tim Komisi VIII DPR RI dipimpin oleh H Syamsu Niang, Legislator PDIP asal Dapil Sulsel dan sejumlah legislator Pusat lainnya seperti H Muhammad Ikbal Romzy dari PKS, Andi Ruskati Ali Baal dari Gerindra, KH Bisri Romli dari PKB dan H Jalaluddin Rahmat (Kang Jalal) dari PDIP. Turut mendampingi Sekretaris Dirjen PHU Kemenag RI.

Tugas Komisi VIII DPR RI banyak bersentuhan dengan masalah sosial dan keagamaan. Olehnya itu, tahun ini Komisi VIII menfokuskan diri untuk menyelesaikan RUU Penyelenggaraan Haji dan Umroh, RUU Ketenagakerjaan, termasuk RUU Badan Amil Zakat dan Badan Amil Wakaf.

Khusus kunjungan di Makassar kali ini, diprioritaskan untuk pengawasan terhadap penyelenggaraan Ibadah haji dan Umroh serta dengar pendapat sekaligus menyerap aspirasi yang berkaitan dengan tugas pokok Komisi VIII DPR-RI, khususnya soal keagamaan. “Hasilnya akan dikomunikasikan dan dicarikan solusi di level pemegang kebijakan di pusat,” kata Ketua Tim, H Syamsu Niang saat membuka diskusi.

Kakanwil Kemenag Sulsel, Drs H Abd Wahid Thahir MAg, dalam sambutannya, mengapresiasi positif kehadiran Tim dari Komisi VIII DPR RI ke Kementerian Agama Sulsel. Dia mengharapkan, kehadiran tim ini bisa memberikan berkah tersendiri bagi masyarakat Sulsel, khususnya di Kementerian Agama.

Selain itu, Kakanwil juga melaporkan bahwa model pengawasan di Kanwil Kemenag Sulsel terhadap penyelenggaraan ibadah Haji dan Umrah sudah berlangsung baik, dengan tetap melakukan koordinasi dan kerjasama dengan fihak terkait seperti Kepolisian, kejaksaan, Pemprov, Imigrasi dan sebagainya. “Terlebih lagi, untuk mengantisipasi maraknya kasus penipuan berkedok Umrah di masyarakat melalui sosialisasi program 5 Pasti,” kata Kakanwil.

Kakanwil juga melaporkan bahwa di Sulsel, jumlah jemaah Ibadah Umroh tiap bulannya sangat banyak, mencapai angka 4000 sampai 6000 orang. Belum lagi waiting list untuk Calon Jemaah hajinya menempati urutan tertinggi di Indonesia bahkan dunia, yakni 38-18 tahun. Kalau dirata-ratakan, menjadi 28 tahun.
Bagaimana perhatian Pemprov Sulsel dalam mensuskseskan penyelenggaraan Ibadah haji dan Umroh di Sulsel, kata Kakanwil, salah satunya dengan perintisan dan pembangunan jalan bypass dari Asrama Haji ke Bandara yang hanya berjarak 200 meter. “Olehnya itu, semoga ini menjadi salah satu perhatian bagi anggota Komisi VIII DPR RI dan Kemenag Pusat,” ujar Wahid Thahir.

Pertemuan yang dilangsungkan di Aula Lantai IV Gedung Haji di Kanwil Kemenag Sulsel ini juga dihadiri oleh seluruh Pejabat di Lingkup Kanwil Kemenag Sulsel dan Kepala kantor Kemenag Kabupaten dan Kota se-Sulsel. Pertemuan itu berlangsung sangat interaktif, dan diharapkan hasil dari pertemuan ini bisa
ditindaklanjuti di tingkat nasional.

Penulis: Mawardy Siradj SAg. (Pelaksana Informasi dan Humas Kanwil Kemenag Sulsel)


div>