Komnas HAM Kawal Sengketa Asrama Bara-baraya

Komisioner Komnas HAM Prof Hafidz Abbas didampingi Ketua Tim Solidaritas Bara-baraya Bersatu Faiz dan Kuasa hukum pendamping korban penggusuran Irwan mendatangi lokasi penggusuran di asrama TNI Bara-baraya Makassar, Senin (20/3). foto: asep/rakyatsulsel.

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Komisioner Pemantauan dan Penyelidikan Komisi Nasional (Komnas) Hak Asasi Manusia (HAM), Hafid Abbas, mengunjungi warga Bara-baraya, Makassar, Senin (20/3).

Kesempatan ini dimanfaatkan warga mengadu soal penertiban asrama yang dilakukan Komando Daerah Militer (Kodam) VII Wirabuana.

Salah seorang warga, Adarias, mengatakan, saat ini seluruh pihak telah meminta kepada Kodam VII Wirabuana agar menahan diri untuk tidak melakukan pengsongan rumah seperti yang terjadi di Asrama Bara-baraya beberapa waktu lalu. Penghuni rumah dipaksa angkat kaki di waktu subuh.

“Kita sudah bertemu dengan seluruh pihak terkait, baik itu DPRD, maupun perwakilan Kodam agar kiranya untuk menahan diri dan menaati hukum yang saat ini masih berjalan di pengadilan,” kata Andarias diberitakan Rakyat Sulsel, Selasa (21/3).

Dirinya juga menuturkan, pihak terkait telah memerintahkan agar tidak mengeluarkan Surat Peringatan Ketiga (SP3). Namun hal tersebut tidak dihiraukan Kodam VII Wirabuana. “Seolah-olah mereka tidak mendengar, kan saat ini persidangan masih berjalan, namun hanya beberapa hari kita dipertemukan, surat SP3 tersebut telah keluar,” ujarnya.

Andarias mengaku, selama ini pihaknya sebagai warga Bara-baraya yang bersengketa sudah cukup taat hukum. “Kita ini warga biasa, kita mau penengakan hukum ditegakkan, apa lagi saat ini terdapat 28 rumah, 67 kepala keluarga, 207 jiwa yang ada diluar asrama Bara-baraya yang akan digusur,” ungkapnya.

Sementara, Hafid Abbas, mengatakan, pihaknya akan menemui Pangdam VII Wirabuana, Mayjen TNI Agus Surya Bakti terkait kisruh di Asrama Bara-baraya maupun yang diluar.

“Kami dari Komnas HAM menginginkan ada solusi yang diterima semua pihak, tidak boleh ada kekerasan, penggusuran paksa,” katanya.

[NEXT-RASUL]

Pihaknya akan menyampaikan keluhan warga kepada Pangdam. “Biarkalah kami bekerja, yang jelas kami akan sampaikan prisip-prisip HAM yang mungkin dia lupa, atau belum dia dengar, jika ingin menggusur tidak boleh begini dan begitu,” ujarnya.

Pihaknya saat ini juga telah membentuk tim investigasi terkait kasus tersebut. “Ada empat orang yang kami suruh tinggal hingga hari Jumat, yang jelas kasus ini kami akan kawal hingga akhir,” ungkapnya. (***)