RABU , 21 NOVEMBER 2018

Komunitas JaDi Sulsel Warning Timsel KPU Bebas Kepentingan

Reporter:

Anastasya

Editor:

Niar

Selasa , 06 November 2018 12:19
Komunitas JaDi Sulsel Warning Timsel KPU Bebas Kepentingan

int

MAKASSAR, RAKSUL.COM- Komunitas
Jaringan Demokrasi Indonesia (JaDI) Sulsel mewarning Tim Seleksi (Timsel) KPU di tujuh kabupaten/kota untuk tidak polemik dengan hasil seleksi KPU menuju 10 besar.

Komunitas dari kumpulan mantan aktivis KPU dan Bawaslu periode lalu ini meminta proses seleksi lebih transparan, dan jauh dari kepentingan politik dan organisasi tertentu.

Koordinator Divisi Advokasi, Abd Rasyid juga memberikan penilaian, sejalan dengan tudingan Prof Refli Harun perihal seleksi KPU yang dinilai sudah sarat kepentingan politik dan kepentingan ormas tertentu. Dia berharap, seleksi ke depan lebih transparan dan akubtabel guna melahirkan pemilu dan pemilihan yang lebih berkualitas.

“Awal lahirnya pemimpin dan pemilu yang berkualitas, berawal dari rekrutmen penyelenggaran yang benar, transparan dan akuntabel. Tidak berdasarkan kepentingan kelompok ormas tertentu apalagi kepentingan partai atau penguasa,” tegas Rasyid yang juga berprofesi sebagai pengacara ini, Selasa, (6/11/2018).

Berdasarkan data yang ada, beberapa komisioner terpilih terlibat politik praktis bahkan menjadi pengurus partai tertentu. Tentu saja lanjut dia, hal ini mencederai prinsip independensi.

Hal senada juga dikatakan Direktur Eksekutif JaDI Sulsel, Mardiana Rusli. Menurutnya, berangkat dari pengalaman lalu, komisioner KPU yang terpilih berapliasi dengan politik praktis bahkan ada yang menjadi titipan dari pejabat tertentu.

“Kami minta Timsel yang sudah punya pengalaman di seleksi terdahulu lebih objektif, teliti dalam melakukan penelusuran rekam jejak calon anggota KPU Kab/Kota. Ini penting agar proses akhirnya tidak menjadi soal dan dianulir kemudian hari,” kata Mardiana Rusli.

Mantan komisioner KPU Provinsi Sulsel ini juga meminta Timsel mengakomodir incumbent yang masih berkualitas baik. Menurutnya, incumbent yang sedang seleksi dan umumnya baru saja menyelesaikan pemilihan kepala daerah setempat telah menunjukkan proses kerja dan kualitasnya.

“Kalitas Pilkada tanpa konflik lahir dari kemampuan manajemen komisionernya dalam setiap tahapan. Ini modal mereka dalam seleksi KPU,” kata Ana, sapaannya.

Dia juga mengatakan, Komisioner KPU harus dihuni komisioner yang paham regulasi dan berpengalaman di bidang kepemiluan, serta jauh dari politik praktis.

Sekedar diketahui, tujuh daerah yang sedang berlangsung seleksi KPU di Sulsel, yaitu Kota Makassar, Parepare, PPinrang, Sidrap, Wajo, Luwu dan KPU Kabupaten Enrekang. (MP1)


div>