KAMIS , 15 NOVEMBER 2018

Komunitas Osama dan Ikatan Adhyaksa Dharmakarini Mamuju Salurkan Bantuan

Reporter:

Sudirman

Editor:

Iskanto

Kamis , 06 September 2018 09:45
Komunitas Osama dan Ikatan Adhyaksa Dharmakarini Mamuju Salurkan Bantuan

Ilustrasi paket bantuan

MAMUJU, RAKYATSULSEL.COM – Komunitas Sahabat Madani (Osama) Provinsi Sulbar bekerjasama dengan Ikatan Adhyaksa Dharmakarini dari Kejaksaan Negeri Mamuju memberikan bantuan kepada Masyarakat kurang mampu.

Kali ini, bantuan tersebut diberikan langsung kepada keluarga Talman (29) yang tinggal disekitaran jalan arteri Kelurahan Rangas, Mamuju.

Ketua Ikatan Adhyaksa Dharmakarini, Andi Wahyuni Nur Hamka mengatakan bahwa kegiatan anjangsana ini merupakan kegiatan sosial yang rutin dilakukan.

Dengan menggandeng komunitas sahabat berbagi dibawah lembaga Osama Provinsi Sulbar yang tujuannya untuk membantu masyarakat yang kurang mampu.

“Alhamdulillah hari ini kita bersama lembaga Osama memberikan bantuan kepada keluarga Talman ,”ujar Andi Wahyuni Nur Hamka yang merupakan istri Kajari Mamuju, Kamis (6/9).

Ia menjelaskan bantuan tersebut merupakan
kebutuhan bahan pokok untuk sehari-hari. Seperti beras, minyak goreng, mie, gula dan  kebutuhan dalam rumah tangga lainnya.

“Jangan dilihat dari nilainya ini keiklasan kami dalam berbagi ,”terangnya

Ia berharap dengan kunjungannya tersebut,  banyak pemerhati baik dari pemerintah maupun para donatur untuk membatu meringankan penderitaan keluarga Talman.

Apalagi tempat tinggal Talman tak jauh dari kompleks Kantor Gubernur dan DPRD Provinsi Sulbar.

Sementara itu, Talman mengaku bersyukur atas bantuan yang diberikan kepadanya. Dimana bantuan tersebut untuk memenuhi kebutuhannya dalam rumah tangganya.

“Alhamdulillah saya sangat bersyukur dengan adanya bantuan ini,” ungkapnya.

Talman sendiri merupakan salah satu gambaran masyarakat yang ada dalam kota Mamuju ibukota Provinsi Sulbar, yang tergolong kurang mampu.

Dimana rumah panggung yang dibangun merupakan lokasi pinjaman. Disitu ia tinggal bersama istri Samsia (35) dan keempat anaknya yang masih kecil. Apalagi, kondisi atap rumah yang terbuat dari atap daun rumbiah sudah banyak yang bocor.

Sehingga ketika hujan turun membasahi seluruh badan rumah. Belum lagi dinding dan lantai yang terbuat dari tripleks dan papan sudah lapuk dimakan usia.

Sementara untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, Talman berprofesi sebagai pengayu becak.Terkadang Talman juga dibayar untuk memanjat pohon kepala dengan upah Rp 5 ribu perpohon. (*)


div>