KAMIS , 15 NOVEMBER 2018

Konferwil XIII PWNU Undang 16 Parpol Peserta Pemilu

Reporter:

Armansyah

Editor:

Iskanto

Sabtu , 27 Oktober 2018 08:00
Konferwil XIII PWNU Undang 16 Parpol Peserta Pemilu

Konferwil XIII PWNU

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Pengurus Wilayah Nahdhatul Ulama (PWNU) Provinsi Sulsel bakal menggelar Konfrensi Wilayah (Konferwil) ke XIII Tahun 2018. Seluruh Partai Politik (Parpol) diundang hadir di acara kader NU tersebut.

“Semua itu (Parpol) diundang untuk menghadiri,” ucap Panitia Konferwil PWNU, Hamza Rasyid, Jumat (26/10).

Kata Hamza, panitia sengaja mengundang untuk memberikan pandangan sebagai salah satu bagian dari kebangsaan ummat beragama. “Partai itu sebatas undangan saja. Jadi mereka tidak punya hak pilih,” ungkapnya.

Kata Hamza, persiapan Konferwil XIII sudah siap dilaksanakan, 27-28 Oktober. Pembukaan akan dihadiri Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah dan Pengurus Besar NU dari Jakarta.

Ia menjelaskan, setiap pengurus di kabupaten kota ada disebut unsur Suriyah (Ulama) dan Tanfidziah (Ketua) “Setiap cabang itu diutus empat orang, dua syuriah dan dua tanfidziah,” singkatnya

Diketahui, peserta Konferwil ini berasal dari 24 Cabang NU yang ada di kabupaten kota di Sulsel. Pelaksanaan Konferwil ini, akan memilih dua tokoh dengan jabatan berbeda, yaitu jabatan Rois Syuriah NU Sulsel yang kini dijabat AGH Sanusi Baco, dan jabatan Tanfidziah atau Ketua PWNU Sulsel yang kini dijabat oleh Prof Iskandar Idy.

Berbeda dari sebelumnya, pemilihan tokoh dan ulama ini memakai sistem Ahlul Halli Wal Aqdi ‘orang (berpengaruh) yang melepaskan dan mengikat. Dimana penetapan Ahlul Halli Wal Aqdi ini disepakati saat Muktamar NU Sulsel.

Konferwil PWNU ke XIII ada dua tahapan. Tahapan pertama itu digelar pemilihan suriyah (istlah Ulama di NU). Dari total 48 suriyah yang diutus oleh masing-masing cabang, akan memilih tujuh suriyah yang dianggap lebih senior.

Setiap tanfidziah yang diutus oleh cabang, memiliki hak untuk mengutus calon Ketua NU Sulsel. Dalam pemilihan tanfidziah, itu akan diusulkan tiga bakal calon yang ditetapkan oleh steering komite yang akan dipimpin oleh Ruslan Wahab (Khatib Suriyah NU).

Setelah ditetapkan sebagai bakal calon, kemudian steering komite mengajukan kepada Rois Suriyah yang terpilih, untuk meminta restu dan kesepakatan. Jika Rois Surya telah mengakui bakal calon tanfidziah, barulah mereka ditetapkan sebagai calon tanfidziah untuk dipilih melalui musyawarah. (*)


div>