SELASA , 18 DESEMBER 2018

Konflik Eks Pedagang Pasar Sentral VS PD Pasar Kian Memanas

Reporter:

Iskanto

Editor:

Rabu , 31 Oktober 2018 10:40
Konflik Eks Pedagang Pasar Sentral VS PD Pasar Kian Memanas

ANDRI/RAKYATSULSEL. DITATA. Pedagang sedang membersihkan puing-puing bekas lapak mereka di Pasar Sentral Makassar. Pemkot Makassar tengah mencari investor untuk membangun ruko baru di sekitar New Makassar Mal (NMM).

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Relokasi pedagang resmi yang dilakukan beberapa waktu lalu ternyata masih menyisakan konflik yang belum tuntas. Pedagang resmi tersebut enggan masuk ke New Makassar Mall lantaran terkendala harga.

Penjabat Sekertaris Kota (Sekkot) Makassar, Naisya T Azikin mengatakan, pihaknya tengah berupaya menyelesaikan konflik yang berada di eks Pasar Sentral. Pemkot memberikan tugas kepada PD Pasar untuk menyelesaikan polemik tersebut.

“Kita berharap besar kepada Dirut PD Pasar yang baru mampu menyelesaikan semua permasalahan yang ada di Pasar Sentral,” ucap Naisya, Selasa (30/10).

Permasalahan ini diakui Naisya, karena Pedagang belum sepakat dengan harga yang diberikan oleh PT Melati Tunggal Inti Raya selaku pengembang. Sehingga, belum ingin masuk ke NMM.

Akibatnya, pedagang membangun lapak baru diluar ketentuan pemerintah. Padahal berdasarkan hasil keputusan, pemerintah hanya memberikan izin penampungan sementara untuk pedagang di lahan sebelah Selatan New Makassar Mall.

“Bagaimana kita bisa melakukan lelang investasi kalau tempat itu tidak bersih. Nanti ada investor datang mau lihat tempatnya, setelah di cek masih banyak lapak pedagang itu lagi nanti yang dikeluhkan investor,” ucapnya.

Olehnya itu, Naisya yang juga menjabat sebagai Kepala Dinas Kesehatan Makassar ini, langkah awal sementara ini adalah pemagaran di lokasi, pemberian peringatan berupa surat imbauan dan pemasangan spanduk peringatan.

“Memang kemarin dikasi waktu enam bulan. Ini saya juga dumba-dumba karena hampirmi enam bulan tapi tidak adapi kesepakatan (harga),” terangnya.

Sebelumnya, Dirut PD Pasar Makassar Raya, Syafrullah mengaku sudah dua kali melayangkan surat teguran kepada seluruh pedagang untuk segera mengosongkan lahan tersebut.

Meski begitu, dia belum mau membeberkan kapan pihaknya akan mulai melakukan eksekusi. Terlebih saat ini sementara dilakukan pemagaran disepanjang kawasan tersebut.

“Sudah kita kasih surat imbauan kedua. Nanti kita lihat di lapangan (surat edaran ketiga atau langsung eksekusi). Tunggumi dalam waktu dekat ini,” tegasnya. (*)


div>