KAMIS , 22 NOVEMBER 2018

Konflik Internal, Pelantikan Pengurus IKA UNM Batal

Reporter:

Editor:

doelbeckz

Kamis , 29 Desember 2016 16:06
Konflik Internal, Pelantikan Pengurus IKA UNM Batal

Ilustrasi.

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Rektor Universitas Negeri Makassar (UNM), Prof Husain Syam memutuskan menunda pelantikan pengurus baru Ikatan Alumni (IKA) UNM yang sebelumnya dijadwalkan, 31 Desember mendatang.

Penundaan dilakukan menyusul konflik internal di IKA UNM.

Diketahui, di IKA UNM terjadi perpecahan antar kubu yakni kubu Andi Jamaro Dulung (AJD), Kubu 17 Tim Penyelamat dan Kubu Hazairin Sitepu (HS).

Dekan FIS, Hasnawi Haris selaku utusan Rektor UNM, mengungkapkan, pihaknya telah berpaya menyelasaikan masalah di internal IKA UNM tersebut.

“Berdasarkan masukan dari sepuluh perwakilan komisariat dan cabang wilayah dan masukan mantan rektor UNM, disepakati keputusan pelantikan diserahkan sepenuhnya ke rektor dan oleh rektor,” ujar Hasnawi diberitakan Rakyat Sulsel, Kamis (29/12).

Untuk menyelesaikan konflik tersebut, satu-satunya jalan akan dibentuk tim ad hoc. Tim ini akan mempersiapkan musyawarah besar luar biasa (Mubeslub) IKA UNM.

Disampaikan Hasnawi, Rektor UNM menilai tidak ada solusi yang lebih baik selain pembentukan ad hoc. Tim tersebut akan dibentuk dari tiga kubu yang berseteru. Tim ini akan bekerja secara transparan.

[NEXT-RASUL]

“Siapapun yang akan dipilih, maka itulah yang akan dilantik dan di-SK-kan oleh Rektor UNM,” ujarnya.
Hasnawi mempertegas, dalam pernyataan rektor, aktifitas organisasi atas nama IKA pascamubes pada Mei 2016 lalu dianggap tidak ada.

“Aktivitas IKA baik di dalam maupun diluar setelah mubes dianggap tidak ada. Sehingga klaim seluruh kubu, termasuk yang menamakan diri tim 17 penyelamat produk mubes keenam itu dianggap tidak dikenal dan akan lahir tim ad hoc yang akan menyiapkan mubeslub dan akan mengakomodir semuanya,” jelasnya.

Sebelumnya, kata Hasnawi, rektor telah melakukan mediasi dengan mempertemukan sebanyak tiga kali ketiga kubu yang belum bersepaham. Namun ketiga pertemuan tersebut belum melahirkan kesepakatan.

“Kelihatannya mereka ini sepakat untuk tidak bersepakat untuk melahirkan keputusan yang diharapkan dari masing-masing pihak,” pungkasnya. (***)


div>