SELASA , 25 SEPTEMBER 2018

Konflik Sidang DPD RI, Muhammadiyah Kutuk Oknum DPD Inisial BR

Reporter:

Editor:

dedi

Selasa , 04 April 2017 21:13
Konflik Sidang DPD RI, Muhammadiyah Kutuk Oknum DPD Inisial BR

int

JAKARTA, RAKYATSULSEL.COM – Konflik yang terjadi di sidang paripurna DPD RI pada Senin (3/4) kemarin, membuat sejumlah pihak mengambil sikap. Salah satunya Komando Kesiapsiagaan Angkatan Muda (Kokam) PP Muhammadiyah.

“Kami mengutuk oknum DPD berinisial BR dan rekannya yang telah melakukan tindak kekerasan di sidang tersebut,” ujar Ketua Kokam Mashuri Masyhuda dalam jumpa pers di Gedung PP Muhammadiyah, Jalan Menteng Raya, Jakarta (Selasa, 4/4).

Akibat kekisruhan itu, Mashuri menilai, perlu dilakukan kaji ulang terhadap peran DPD secara kelembagaan. Sejak dibentuk pada 2004, peran DPD dinilai belum kuat, terutama dalam menyampaikan aspirasi masyarakat di daerah.

Sebagai lembaga yang dianggap non partai, DPD harus bisa menjadi penyeimbang DPR RI. Namun, dengan terpilihnya ketua umum partai sebagai ketua DPD justru seakan menambah fraksi di parlemen.

“Hari ini ada politisasi di DPD. Aksi kemarin tidak lepas dari sekelompok oknum yang menolak keputusan MA (Mahkamah Agung),” jelas Mashuri.

Demi menegakkan supremasi hukum, Mashuri juga mengingatkan sepatutnya anggota DPD mematuhi keputusan MA.

“Jika tidak dipatuhi, semakin menegaskan untuk dilakukan pengkajian apakah DPD harus dibubarkan,” ujar Mashuri.

Selain itu, dia juga meminta ketegasan pihak kepolisian untuk menuntaskan perkara hukum kepada oknum pelaku tindak kriminal saat sidang.

“Kami minta penegak hukum agar tegak lurus tanpa pandang bulu. Jangan karena yang bersangkutan bagian dari pemerintah kemudian tidak disentuh oleh proses hukum,” pungkas Mashuri.


div>