• Kamis, 27 November 2014
Iklan | Epaper | Redaksi | Citizen Report

Konsultan, Lembaga Survei Dan Pileg 2014 (3)

CRC; Terapkan Pendampingan Efektif

Jumat , 15 November 2013 10:18
Total Pembaca : 447 Views
GAYA CRC. Beginilah gaya Herman Heizer, Direktur Eksekutif CRC memaparkan survei di hadapan kliennya. (Foto: DOK/ RAKYAT SULSEL)

Baca juga

RAKYATSULSEL.COM, MAKASSAR – MESKI baru didirikan pada 2011 silam, Celebes Research Center (CRC) sudah cukup mewarnai jagad perpolitikan di Sulsel. Mulai dari survei yang sudah jadi rujukan hingga quick count paling presisi dari sejumlah pilkada yang digelar di Pulau Sulawesi.
Selain itu, klien yang berhasil dibantu dalam pendampingan pemenangan juga sudah lumayan. Antara lain, yang terbaru adalah Parepare, Pinrang, dan Sinjai. “Untuk caleg memang belum ada yang kami bantu duduk karena CRC baru hadir 2011 lalu,” ujar Herman Heizer, Direktur Eksekutif CRC, Kamis (14/11).
Menurut Herman, kendati umur CRC masih belia, bukan berarti secara pengalaman lembaganya kalah dari lembaga survei dan konsultan politik lainnya. Betapa tidak, pengalamannya sebagai Koordinator Area Lembaga Survei Indonesia (LSI) selama 10 tahun menjadi modal tak ternilai.
“Di LSI di bawah gemblengan Pak Syaiful Mujani, akurasi data, objektivitas survei di atas segala-segalanya. Tak boleh ada intervensi apalagi mengubah-ubah data survei atas nama kepentingan apa pun. Lebih baik tidak dapat klien dari pada harus bermain-main dengan data,” tegas Herman.
Pengalaman itu, lanjut dia, juga diterapkan pada lembaga yang didirikannya bersama beberapa rekan-rekannya dari berbagai bidang ilmu. Karena itu, kata dia, CRC itu akan tumbuh kembang dengan visi misinya sebagai lembaga yang terpercaya, objektif dan profesional.
“Sebagai bukti kami tidak main-main dengan data, kami berani mengumumkan, bahkan live di televisi melakukan quick count meski di sisi lain, klien yang kami dampingi harus berada di urut kedua atau ketiga misalnya. Hal yang jarang dilakukan lembaga survei lain,” ungkapnya.
Keberanian mengumumkan hasil quick count, kata Herman, itu juga tidak lepas dari manajemen CRC yang selama ini memang memisahkan secara tegas kerja-kerja pendampingan dengan survei. Pendampingan pemenangan dan survei, lanjutnya, memang ditangani manajemen yang berbeda.
Keunggulan CRC melakukan pendampingan, kata dia, karena personel konsultan yang dimiliki paling lengkap dari sisi latar belakang keilmuan dalam kaitannya dengan kerja-kerja pendampingan dan operasi lapangan.
“CRC punya spesialis pemetaan, spesialis jaringan, ahli strategi, media dan pencitraan, serta bidang-bidang lain yang diperlukan dalam menunjang kerja-kerja pemenangan dan penggalangan,” urainya.
Malah, lanjutnya, CRC tak hanya bekerja untuk mendudukkan seorang kandidat lantas dilepas begitu saja. CRC, kata Herman, juga memiliki formula pendampingan dalam membantu klien bekerja melakukan pelayanan masyarakat secara optimal dan pemberdayaan masyarakat. “Mungkin tidak berlebihan kalau kami membahasakan bahwa CRC ini menyediakan jasa pendampingan paling komplit,” imbuhnya.
Soal strategi khusus, Herman enggan merinci. Alasannya, itu bagian dari dapur. Akan tetapi, ia membocorkan soal pola pendampingan efektif yang selama ini diterapkan. “Banyak orang mengira, setiap pendampingan itu butuh biaya mahal, butuh biaya bermiliar-miliar. Bagi CRC tidak. Boleh tanya ke klien yang pernah ditangani CRC, berapa biayanya. Yang pasti sangat terjangkau karena memang polanya adalah pendampingan efektif.
Bagaimana itu? Kata Herman, jika klien bisa menang dengan ibarat menggunakan cukup gigi 2 atau gigi 3, maka buat apa sampai menggunakan gigi 4 atau sampai gigi 5. Karena setiap penambahan gigi, tentu berimplikasi pada biaya. Oleh karena itu, basisnya benar-benar pada data akurat, sehingga kerja-kerjanya juga efektif dan efisien.
“Buat apa menghabiskan Rp100 ribu jika untuk menang cukup dengan Rp50 ribu misalnya,” imbuhnya.(M2)