SELASA , 13 NOVEMBER 2018

Konsumsi Rumah Tangga Diklaim Membaik

Reporter:

Editor:

rakyat-admin

Senin , 14 Agustus 2017 14:16
Konsumsi Rumah Tangga Diklaim Membaik

int

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Badan Pusat Statistik telah mengeluarkan rilis kondisi perekonomian Indonesia, pada kuartal II-2017 yakni sebesar 5,01%. Sementara, untuk konsumsi, data BPS dinilai belum menunjukkan terjadinya penguatan daya beli masyarakat. Konsumsi rumah tangga tercatat tumbuh tipis dari 4,94% menjadi 4,95%.

Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Hariyadi Sukamdani kepada sejumlah media mengatakan, tumbuh tipisnya konsumsi rumah tangga karena daya beli masyarakat kelas bawah semakin berkurang. Sementara, masyarakat kelas menengah ke atas cenderung lebih menahan konsumsi dan memilih menabung.

“Kelas menengah bawah itu enggak punya daya beli, sudah kering, jadi begini sebetulnya yang kelas menengah atas tentunya tidak masalah dengan daya beli, mereka karena masalah punya kepercayaan situasi seperti apa, itu yang membuat menjadi menahan belanja,” kata Hariyadi Sukamdani.

Khusus di Sulsel, Wakil Ketua Asosiasiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) DPD Sulselbartengtra, Imelda Christiana menilai, pernyataan Ketua Apindo tidak berlaku secara nasional. “Daya beli masyarakat saat ini lumayan bagus. Karena, untuk segmen menengah ke bawah masih sering melakukan transaksi ke ritel modern (swalayan),” ujar Imelda, Minggu (13/8).

Imelda menduga, penurunan ini bisa diakibatkan perubahan model belanja masyarakat yang dulunya langsung ke store tetapi saat ini melalui online.

“Secara signifikan sih rata-rata banyak lari ke online saja. Tapi masih banyak yang melakukan transaksi secara langsung karena ingin membuktikan bahannya,” terangnya.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Sulsel, Nursam Salam mengatakan Indeks Tendensi Konsumen (ITK) Sulsel pada triwulan II 2017 mencapai 112,27 persen lebih meningkat dibanding triwulan I yang hanya 101.02 persen.

[NEXT-RASUL]

“Kondisi ekonomi konsumen di Sulsel pada triwulan II berjalan lebih baik (meningkat) dibanding triwulan sebelumnya. Dengan kata lain, konsumen relatif optimis menghadapi perekonomian Sulsel. Selain itu, tingkat optimisme konsumen dalam memandang kondisi ekonomi pada triwulan II juga lebih baik dibanding triwulan sebelumnya,” paparnya.

Sementara itu, Pakar Ekonomi sekaligus Ketua Program Studi Magister Ek Sumber Daya Unhas, Dr Anas Anwar Makatutu mengatakan daya beli masyarakat saat ini menghawatirkan. Apalagi pasca pencabutan subsidi listrik golongan tertentu.

“Listrik ini sebenarnya memicu harga lain dan berdampak daya beli masyarakat melemah. Karena, disisihkan untuk pembayaran listrik yang dinilai membengkak saat ini. Kemudian, pajak harus dibayar juga. Maka dari itu mereka menahan diri untuk berbelanja,” imbuhnya. (D)


div>