RABU , 14 NOVEMBER 2018

Kontrak Politik, Siapa Takut?

Reporter:

Suryadi Maswatu - Fahrullah

Editor:

Iskanto

Rabu , 17 Oktober 2018 09:40
Kontrak Politik, Siapa Takut?

ilustrasi (ist)

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Tingginya ketidakpercayaan masyarakat terhadap janji-janji manis politisi, menjadi salah satu penyebab Calon Anggota Legislatif (Caleg) berani membuat kontrak politik dengan masyarakat. Kontrak politik diyakini bisa menjadi pintu masuk untuk meyakinkan masyarakat.

Wakil Ketua Bappilu DPD I Golkar Sulsel, Irwan Muin, mengatakan, Caleg Golkar memang memiliki kontrak politik yang disampaikan kepada masyarakat saat melakukan sosialisasi. Khususnya terkait program yang akan direalisasikan saat terpilih.

“Kontrak politik secara fakta tertulis dilakukan juga oleh kader Golkar. Hal ini untuk meyakinkan masyarakat,” kata Irwan Muin.

Menurutnya, masyarakat saat ini sudah cerdas, dan untuk meyakinkan mereka butuh rasionalisasi. Program-program yang ditawarkan kepada masyarakat harus masuk akal.

“Programnya harus rasional. Mulai dari pembangunan infrastruktur, pembangunan SDM, pendidikan, kesehatan dan ekonomi,” ujarnya.

Sementara, Pakar Politik Universitas Hasanuddin (Unhas), Andi Ali Armunanto, mengatakan, Caleg jangan hanya sebatas memberikan janji, tetapi saat terpilih justru tidak bisa direalisasikan. Banyak Caleg tidak bisa merealisasikan janjinya, karena mereka menjanjikan perbaikan jalan hingga fasilitas publik yang bukan ranah mereka.

“Caleg harus sadar, jangan hanya menyebar janji begitu saja. Harus janji realisistis dan mereka harus komintemen,” tegasnya.

Ia mengimbau kepada masyarakat agar jeli dalam menentukan pilihan. Termasuk, meminta Caleg melakukan kontrak politik.”Masyarakat harus melihat siapa Caleg yang janjinya realistis dan masuk akal,” imbuhnya. (*)


div>