MINGGU , 24 JUNI 2018

Kontraktor Smelter Anggap NA “Pembohong”

Reporter:

mg01

Editor:

Dewi Yuliani

Kamis , 17 Mei 2018 19:14
Kontraktor Smelter Anggap NA “Pembohong”

Haji Hengki Ahmad Daeng

BANTAENG, RAKYATSULSEL.COM – Salah satu kontraktor proyek pembagunan Smelter yang terletak di Kawasan Industri Bantaeng ( KIBA), Desa Papanloe, Kecamatan Pa’jukukang, Haji Hengki Ahmad Daeng Sila atau sering disapa H. Sila menilai dibohongi oleh Bupati Bantaeng non aktif Nurdin Abdullah ( NA).

NA harus bertanggungjawab lantaran bertindak sebagai fasilitator warga dengan PT. Titan Mineral Utama dan PT. Pusaka Jaya Abadi ( PUJA). Apalagi NA pula lah yang mendatangkan kedua investor tersebut.

Mengaku enam kali dijanji, H. Sila mengaku sangat kecewa dengan janji – janji NA, ” Total kerugian terkait lokasi berdirinya smelter saya bersama masyarakat disini yang diambil lahannya itu sekitar Rp. 4,9 miliar, dan sampai sekarang belum ada terealisasi. Malahan pernah turun kesini Kabag Ops, Pak Aziz, kami dijanji tanggal 23 Februari 2015 namun sampai sekarang belum ada pelunasan sepeserpun,” terangnya saat ditemui dirumahnya di Desa Papanloe, Kecamatan Pa’jukukang, Kamis (17/5).

H. Sila juga menambahkan, kurang lebih 100 orang masyarakat sekitar smelter belum mendapat ganti rugi lahan. Parahnya lagi gaji untuk pekerja, alat berat, sopir, operator, bahan bakar dan hutang – hutang lainnya sampai sekarang belum dibayarkan.

” Kurang lebih 100 orang masyarakat dekat lokasi smelter disini tahu bahwa saya adalah koordinator dan sampai sekarang belum ada yabg dibayarkan lahannya, hanya sebatas janji – janji. Jadi sewa alat berat, gaji sopir, gaji operator, sewa mobil, bahan bakar dan hutang – hutang lainnya sampai sekarang tidak ada yang dibayarkan,” ujarnya.

Sekadar diketahui, PT. Titan dan PT. PUJA pernah menggelar pertemuan dengan H. Sila pernah menggelar pertemuan di Hotel Ahriani di jalan Raya Lanto, kelurahan Tappanjeng. Adapun hasil pertemuannya bahwa H. Sila menegaskan bahwa kedua perusahaan ini tidak bisa beraktifitas apabila belum ada pelunasan. Tapi karena telah dijanji kembali oleh NA untuk dilunasi akhirnya H. Sila mengizinkan. Namun sampai hari ini H. Sila belum mendapat sepeserpun dari apa yang telah dijanjikan oleh NA.

“Dia ( NA) juga maunya untuk dicicil, kita juga kasi juga untuk dicicil. Namun sampai sekarang belum ada sepeserpun, karena itu saya merasa dibohongi dengan janji – janji NA,” jelasnya.


div>