JUMAT , 14 DESEMBER 2018

Kontraktor Smelter Minta NA Lunasi Hutang Rp 4,8 Miliar

Reporter:

Editor:

Iskanto

Senin , 17 September 2018 17:03
Kontraktor Smelter Minta NA Lunasi Hutang Rp 4,8 Miliar

Kontarktor Smelter, H Hengki Ahmad Daeng Sila

BANTAENG, RAKYATSULSEL.COM – Kontraktor proyek pembagunan Smelter yang terletak di Kawasan Industri Bantaeng (KIBA), Desa Papanloe, Kecamatan Pa’jukukang, Haji Hengki Ahmad Daeng Sila atau sering disapa H Sila meminta keadilan.

Dalam hal ini ia meminta mantan Bupati Bantaeng dua periode, Nurdin Abdullah (NA) yang sekarang menjabat sebagai Gubernur Sulsel untuk segera melunasi hutangnya sebesar Rp. 4,8 miliar.

Dia menganggap, NA harus bertanggungjawab lantaran bertindak sebagai fasilitator dirinya dengan PT. Titan Mineral Utama dan PT. Pusaka Jaya Abadi (PUJA). Apalagi NA pula lah yang mendatangkan kedua investor tersebut.

Mengaku enam kali dijanji, H. Sila merasa sangat kecewa dengan janji – janji NA. Dimana sampai saat ini hutang tersebut tidak kunjung dilunasi dan tanpa alasan yang jelas.

”Total kerugian terkait lokasi berdirinya smelter, saya bersama masyarakat disini yang diambil lahannya itu sekitar Rp. 4,8 miliar. Dan sampai sekarang belum ada terealisasi. Malahan pernah turun kesini Kabag Ops, Pak Aziz, kami dijanji tanggal 23 Februari 2015 namun sampai sekarang belum ada pelunasan sepeserpun,” jelas dia, Senin (17/9).

Parahnya lagi gaji untuk pekerja, alat berat, sopir, operator, bahan bakar dan hutang – hutang lainnya sampai sekarang belum dibayarkan.

”Jadi sewa alat berat, gaji sopir, gaji operator, sewa mobil, bahan bakar dan hutang – hutang lainnya sampai sekarang tidak ada yang dibayarkan,” ujarnya.

Sekadar diketahui, PT. Titan dan PT. PUJA pernah menggelar pertemuan dengan H. Sila di Hotel Ahriani di jalan Raya Lanto, kelurahan Tappanjeng.

Adapun hasil pertemuannya yakni H. Sila menegaskan kedua perusahaan ini tidak bisa beraktifitas apabila belum ada pelunasan. Tapi karena telah dijanji kembali oleh NA untuk dilunasi akhirnya H. Sila mengizinkan.

Namun sampai hari ini H. Sila belum mendapat sepeserpun dari apa yang telah dijanjikan oleh NA.

“Dia ( NA) juga maunya untuk dicicil, kita juga kasi juga untuk dicicil. Namun sampai sekarang belum ada sepeserpun, saya berharap dia mau menyelesaikan masalah ini,” jelasnya. (*)


div>