SENIN , 11 DESEMBER 2017

Kontraktor Stadion Barombong Pernah Terlibat Kasus Persekongkolan Tender

Reporter:

Al Amin

Editor:

asharabdullah

Rabu , 06 Desember 2017 13:00
Kontraktor Stadion Barombong Pernah Terlibat Kasus Persekongkolan Tender

Dok. RakyatSulsel

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Ambruknya tribun selatan Stadion Barombong, cukup menarik perhatian. Salah satu fakta yang tak banyak diketahui publik, kontraktor pelaksana pembangunan, PT Usaha Subur Sejahtera, pernah terlibat dalam kasus persekongkolan tender proyek di Sulawesi Barat.

Berdasarkan hasil penelusuran di website Mahkamah Agung, pelaksana proyek senilai Rp 90 miliar, PT Usaha Subur Sejahtera, pernah bermasalah dalam proses tender. Tepatnya tahun 2012 lalu, saat mengerjakan proyek jalan di Sulawesi Barat.

Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) menyatakan, PT Usaha Subur Sejahtera terlibat persekongkolan tender proyek jalan nasional wilayah I Sulawesi Barat tahun anggaran 2012. Ini diperkuat oleh Putusan Mahkamah Agung Nomor 430 K/Pdt.Sus-KPPU/2015 Tahun 2015 yang sekaligus menolak upaya kasasi.

Proyek ini terdiri dari paket pekerjaan jalan lingkar Bandara Tampa Padang (lanjutan) dan tender pada Satuan Kerja Pelaksanaan Jalan Nasional Wilayah II Sulbar Tahun Anggaran 2012 yang terdiri dari pelebaran Jalan Kalukku Salubatu II, tender pelebaran Jalan Baras Karossa, tender pelebaran Jalan Kalukku Salubatu I, dan tender pelebaran Jalan Topoyo Barakang.

KPPU menyatakan PT Usaha Subur Sejahtera sebagai pihak terlapor VI bersama Pokja Pengadaan Wilayah I (Terlapor I), Pokja Pengadaan Wilayah II (Terlapor II), PT Passokorang (Terlapor III), PT Aphasko Utamajaya (Terlapor IV), PT Usaha Subur Sejahtera (Terlapor V), PT Bukit Bahari Indah (Terlapor VII), PT Putra Jaya (Terlapor VIII), PT Latanindo Graha Persada (Terlapor IX), dan PT Duta Indah Pratama Mamuju (Terlapor X) secara sah dan meyakinkan melanggar Undang-Undang Nomor 5 tahun 1999 Pasal 22 tentang persekongkolan tender.

“Majelis KPPU menjatuhkan putusan denda kepada Terlapor III Rp 10,108 miliar, Terlapor IV Rp 4,234,575 miliar, Terlapor V Rp3,680,300 miliar, Terlapor VI Rp3,438,900 miliar, Terlapor VII Rp3.296.475.000, Terlapor VIII Rp2.128.650, Terlapor IX Rp2.932.500, dan Terlapor X sebesar Rp1 miliar,” demikian isi putusan KPPU.

Saat dikonfirmasi, Kepala Biro Pembangunan dan Pengadaan Barang dan Jasa Provinsi Sulsel, Jumras, mengatakan, pemenang tender PT Usaha Subur Sejahtera telah melalui proses pelelangan, dan hanya perusahaan tersebut yang memenuhi syarat. “Kenapa dia (PT Usaha Subur Sejahtera) yang menang tender? Itu karena memang dia memenuhi syarat dan berkasnya lengkap,” ujarnya, Selasa (5/12) kemarin.

Diketahui, sebelumnya Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Sulsel melakukan lelang tender terhadap pengerjaan tribun selatan Stadion Barombong. Namun, karena belum ada yang memenuhi syarat, pihaknya melakukan lelang kembali pada Agustus lalu.

Selanjutnya, pada 10 Oktober, pihaknya mengumumkan pemenang tender dari hasil lelang untuk delapan segmen pada tribun selatan Stadion Barombong.

Sementara, Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo meminta kepada wakilnya Agus Arifin Nu’mang dan Sekertaris Daerah Abdul Latif, untuk menangani langsung perihal ambruknya dua segmen pengecoran di Stadion Barombong. Perintah langsung itu diterima Agus usai pelantikan dua pejabat Eselon II, Senin (4/12) malam lalu.

“Makanya saya minta Pak Wagub dan Sekwilda segera cari informasi apa yang terjadi di sana,” kata Syahrul.

Dikonfirmasi terpisah, Agus Arifin Nu’mang mengatakan, dua segmen sepanjang 16 meter tersebut sebenarnya sudah sesuai prosedur pengerjaan. Namun apakah itu faktor cuaca buruk, Agus belum bisa memastikan.

“Pengawas dan kontraktor ada apa? Apa memang ini karena musim hujan atau faktor hal yang lain? Nah itu juga kita akan tunggu laporannya. Sekaligus dinas terkait juga turun,” jelas Agus.
Sementara, Sekertaris Daerah Sulsel, Abdul Latif, mengatakan, pemerintah belum ada kerugian sedikit pun. Pasalnya, proyek yang pagu anggarannya sebesar Rp 44,2 miliar tersebut belum menyerahkan dana hingga tribun barat dan selatan selesai.

“Kami sudah perintahkan inspektorat sebagai badan pengawasan kami untuk melakukan evaluasi. Tapi, ini kan masih dalam proses pelaksanaan, sehingga apapun yang terjadi tentu akan menjadi tanggung jawab pelaksana. Tentu tidak ada kerugian negara yang terjadi di sana,” terang Latif.

Terkait kunjungan pihak lain, seperti Bareskrim Polri, Kejaksaan serta Anggota DPRD, kata Latif wajar saja. Menurutnya, selagi proyek ini masih dalam masa pengerjaan, maka tanggungjawab sepenuhnya di tangan kontraktor.

“Tentu tidak masalah, silahkan. Tapi jika mencari kerugian negara, rasa-rasanya tidak ada. Karena itu masih dalam tahapan pelaksanaan. Kecuali sudah dibayarkan itu lain lagi,” tegas Latif.

Sebelumnya, Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Sulsel, Irjen Umar Septono, menegaskan, bakal memerintahkan penyidiknya melakukan penyelidikan penyebab runtuhnya beberapa segmen konstruksi tribun Stadion Barombong, akhir pekan lalu. Bahkan, tim sudah turun Selasa (5/12).

“Robohnya Stadion Barombong, nanti kita lihat dulu permasalahannya di situ, apakah kesalahannya dan ada di mana. Karena masih penyelidikan oleh kawan-kawan dan belum ada laporan ke saya,” terangnya.

Umar juga menyebutkan, belum mengetahui langkah apa yang akan ditempuhnya. Pasalnya, ia belum medapatkan data sepesifik serta informasi yang jelas yang diperoleh dari hasil penyelidikan atas kejadian tersebut.

“Untuk bagaiman prospeknya ke depan dan apa yang bisa kita lakukakan. Nanti kita lihat dari hasil lidik, kita akan sampaikan kepada teman-teman wartawan,” pungkasnya. (*)


div>