MINGGU , 22 JULI 2018

Kopel: Aspirasi Lewat Online, Didemo Saja Tidak Mendengar

Reporter:

Editor:

hur

Minggu , 13 Maret 2016 13:26

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Sekretariat Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Makassar saat ini tengah mencanangkan aspirasi masyarakat lewat online. Tapi hal tersebut dikritik oleh Komite Pemantau Legisltif (Kopel) yang menilai bahwa problem di DPRD Makassar adalah didemo saja tidak mendengar apalagi dengan sistem online.

Hal tersebut diungkapkan oleh Koordinator Kopel Indonesia, Syamsuddin Alimsyah. Dia menyatakan bahwa sebenarnya DPRD itu menjalankan fungsi layanan publik, sehingga diharuskan tunduk pada standard layanan publik yang berkualitas. Termasuk dalam menerima pengaduan warga baik yang berkaitan pelaksanaan, pelayanan publik lain seperti rumah sakit, PDAM atau lain sebagainya termasuk institusinya sendiri dalam menjalankan layanan publik.

Dia menjelaskan, DPRD sejatinya dari awal menyediakan alternatif penyaluran aspirasi yakni melalui aspirasi langsung mendatangi DPRD atau dengan persuratan resmi secara konvensional atau juga dengan sistem online pun jg bagus. Hanya saja, Jangan karena ada online lalu aksi unjuk rasa dan lain sebagainya dihambat. “Itu tdk benarn sistem online hanyalah salah satu alternatif pilihan bagi warga,”ungkapnya.

Hal yang menjadi perhatian serius, lanjut Syamsuddin, sebenarnya baik itu melalui unjuk rasa maupun online adalah kepastian respon atau impan balik atas aspirasi. Ini yg paling mendasar problem di DPRD Makassar adalah, didemo saja tidak mendengar apalagi dengan sistem online. Jangan hanya latah-latahan.

“Contoh kritik bimtek, studibanding saja selama ini melalui media dan petisi atau unjuk rasa seolah tak perduli atau tutup telinga. Sehingga sistem online harus ada jaminan yg kuat dan pasti direspon,” kata dia.

Lebih jauh, menurut Syamsuddin, Kopel mengapresiasi model ini dengan catatan, tidak sekedar proyek, tidak menutup ruang aspirasi lain, kepastian respon DPRD, dan tersedia mekanisme gugatan warga.

“Harusnya jg sistem online tidak hanya pengaduan warga tapi juga sekarang saat berkata HARAM studibanding krn sudah bisa belajar via internet. tapi apa DPRD juga mau yang ini,” jelasnya.

Sebelumnya, DPRD Makassar akan menerapkan penyampaian aspirasi oleh masyarakat ke legislator atas keluahannnya lewat online. Hal itu setelah di adakannya sosialisasi di Hotel Grand Asia, belum lama ini. Kegiatan yang bertajuk “ÔÇťAspirasi Sistem Online Menuju Makassar Smart City”.

Penyampaian aspirasi melalui sistem online yang langsung diterima oleh 50 Anggota DPRD Makassar, mahasiswa dan elemen masyarakat lainnya, tidak perlu lagi jauh-jauh ke Kantor DPRD Makassar untuk berunjuk rasa.

Wakil Ketua DPRD Makassar, Adi Rasyid Ali saat menjadi narasumber, mengungkapkan bahwa perkembangan teknologi dan informasi mempermudah kerja-kerja pemerintah, khususnya penyerapan aspirasi masyarakat.

“Salah satu syarat utama Makassar menjadi kota dunia adalah, pelayanan yang berbasis teknologi. Inilah yang kembangkan di DPRD untuk menyarap aspirasi dan keluhan warga terkait dengan pelayanan.”kata legislator asal fraksi Demokrat itu.

Selain menghadirkan Wakil Ketua DPRD Makassar, dialog pulik yang diselenggarakan Humas DPRD Makassar ini juga mengundang legislator Sulsel, Haidar Madjid dan Ketua KNPI Makassar, Arman sebagai pembicara.

Anggota DPRD Sulsel, Haidar Madjid menambahkan, sistem IT yang diterapkan pemerintah Kota Makassar dalam memaksimalkan pelayanan publik, patut diapresiasi. Sebab Makassar merupakan kota pertama yang menerapkan penyampaian aspirasi melalui sistem online.

“Proyek ini bisa menjadi percontohan bagi kota-kota lain di Indonesia, karena sitem ini pertama kali Indonesia, dan Makassarlah yang memperkenalkannya pertama kali,” kata mantan anggota DPRD Makassar itu.

Kepala Sub Bagian(Kasuag) Humas DPRD Makassar, Andi Taufiq Nadsir mengungkapkan, kehadiran eksekutif tidak urjen dalam dialog tersebut. Sebab diskusi parlemen ini hanya membahas soal bagaimana penyampaian dan pemungutan aspirasi masyarakat yang bisa terserap di DPRD.


Tag
  • Kopel Sulsel
  •  
    div>