KAMIS , 15 NOVEMBER 2018

Kopel Bulukumba Sorot Belanja Publik Turun Rp100 Miliar

Reporter:

Editor:

doelbeckz

Kamis , 08 Desember 2016 17:10

BULUKUMBA, RAKYATSULSEL.COM – Komite Pemantau Legislatif (Kopel) Bulukumba menyoroti Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (RAPBD) tahun 2017 yang saat ini sementara dibahas di DPRD Bulukumba.

Kopel mempersoalkan belanja langsung alias belanja publik yang mengalami penurunan lebih dari Rp100 miliar bila dibandingkan dengan APBD 2016. Penurunan belanja publik dimana didalamnya terdapat belanja pembangunan berakibat langsung kepada masyarakat.

“Ini menjadi tanda tanya besar, ada apa dengan APBD 2017. Selama lima tahun terakhir, APBD kita mengalami peningkatan. Namun, tiba-tiba di APBD 2017 yang merupakan tahun pertama pemerintahan Andi Sukri Sappewali-Tomy Satria mengalami penurunan,” kata Muhammad Jafar, Direktur Kopel Bulukumba, Kamis (8/12/2016).

Jafar mengingatkan penurunan belanja publik ini menjadi tanggung jawab DPRD sebagai wakil rakyat untuk memastikan penurunan APBD kita tidak berdampak pada pertumbuhan ekonomi masyarakat.

Anggaran masih lebih besar dinikmati para pejabat dan pegawai dibandingkan yang dinikmati oleh masyarakat. Belum lagi penyusunan program yang bagus kedengarannya, tapi kegiatan dan belanjanya hanya habis untuk alat tulis kantor (ATK), makan minum dan perjalanan dinas.

Sebelumnya, saat menyampaikan penjelasan RAPBD 2017 ke DPRD Bulukumba, Bupati Bulukumba AM Sukri Sappewali, mengakui anggaran belanja langsung sebesar Rp551.542.944.050 atau Rp551,5 miliar. Bila dibandingkan dengan belanja langsung pada APBD 2016 sebesar Rp657.784.597.280 atau Rp657,7miliar. Penurunannya sebesar Rp106,2 miliar.

Bupati Bulukumba, AM Sukri Sappewali, mengatakan, penurunan terjadi karena pengalihan anggaran belanja dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) dari yang sebelumnya berada pada pos belanja langsung menjadi belanjahibah pada pos belanja tidak langsung. (***)


div>