JUMAT , 21 SEPTEMBER 2018

Koper Dirusak, Penumpang Lion Air Ngamuk di Bandara

Reporter:

Editor:

asharabdullah

Kamis , 27 April 2017 11:44
Koper Dirusak, Penumpang Lion Air Ngamuk di Bandara

Pesawat Lion Air (Swarso for Batam Pos/JawaPos.com)

RAKYATSULSEL.COM – Pelayanan maskapai penerbangan Lion Air kembali diprotes penumpang. Nana, penumpang maskapai penerbangan LCC itu tidak terima kopernya dirusak saat mendarat di Bandara Sultan Syarif Kasim (SSK) II, Selasa (25/4) malam. Kendati mendapatkan kopernya dalam keadaan telah dibongkar, namun dia tidak mendapat pertanggungjawaban dari pihak Lion Air.

Dikutip dari Riau Pos (Jawa Pos Group), perlakuan mengecewakan itu dialami warga Jalan Riau saat dia terbang dari dari Bandara Kuala Namu Medan menggunakan pesawat Lion Air dengan nomor penerbangan JT 295. “Saya dari Bandara Kuala Namu, sampai di SSK II hendak mengambil koper, kondisi koper sudah sudah terbuka, isi barang-barang sudah tidak tersusun rapi,” ungkapnya.

Tak hanya milik Nana, empat koper milik rekannya tak luput dari aksi pengrusakan oleh petugas porter. Melihat kondisi itu, pihaknya berusaha mendatangi kantor perwakilan Lion Air di Bandara SKK guna meminta pertangung jawaban. Namun sayangnya keluhannya itu  tidak ditanggapi.

“Kita sudah datangi kantor Lion Air, tapi mereka tidak mau pertanggungjawaban. Malahan salah seorang petugas mengatakan ke kita, makanya kalau naik pesawat bawa koper kecil biar bisa dibawa ke dalam,” sampai Nana mengulang perkataan salah seorang karyawan Lion Air tersebut.

Atas perlakuan ini, Nana mengaku sangat kecewa. Sebab berangkat dari Bandara Kuala Namu, Medan dia membeli bagasi lantaran barang bawaan melebihi muatan.  “Kita beli bagasi, koper kita rusak malah disuruh buat laporan komplain ke Jakarta. Koper kita disuruh ditinggal di sini diganti dengan kardus, setalah laporan kita diterima baru diganti. Berapa lama kita harus menunggunya,” ungkap

Kasma penumpang lainnya yang mengalami kopernya dirusak menyebutkan, dirinya mengalami kerugian hingga PR 4 juta, karena kondisi koper sudah rusak. “Tidak ada barang yang hilang, koper saya seharga Rp 4 juta rusak, saya maunya diganti kerusakan ini,” jelasnya.

Dia juga mengaku kecewa terhadap petugas Lion Air yang pergi begitu saja tanpa memberikan kejelasan pertanggungjawaban. “Kita disuruh pergi ke dalam pos, tapi ditinggal begitu saja, kita minta kerugian ini diganti. Kalau seperti ini saya tidak akan naik Maskapai Lion Air lagi,” tandasnya.

Sementara itu, Manager Station Bagasi Lion Air SSK II, Wiliam mengaku pihaknya sedang melakukan investigasi mencari dimana koper milik penumpang  dibongkar. “Kami  lagi lakukan investigasi. Kami tidak tahu apakah koper itu dibongkar di SSK II atau di Bandara Kuala Namu, kalau terjadi di Kuala Namu  akan tinjau kesana dan kita buat laporannya,” sebutnya.

Namun demikian untuk pertanggungjawaban atas kerusakan koper, Wiliam mengaku Lion Air belum memberikan  atas kerugian tersebut. “Kalau untuk kerusakan koper milik penumpang nanti kita klaim ke pusat,” pungkas Wiliam.


div>