SABTU , 20 OKTOBER 2018

Koperindag: Sulit Menolak Mini Market ini

Reporter:

Editor:

hur

Rabu , 20 April 2016 18:04

LUWU TIMUR, RAKYATSULSEL.COM – Pihak Dinas Koperasi Perindustrian dan Perdagangan (Koperindag) Lutim, mengaku sulit untuk menolak kehadiran Mini Market dan Mart di daerah ini.

Pasalnya, usaha tersebut dilindungi oleh undang-undang. Yang dapat dilakukan Pemerintah setempat adalah mengatur swalayan tersebut, agar tidak mematikan usaha kecil menengah

Hal itu diungkap oleh kepala Bidang Perdagangan Koperindah Lutim, Amiruddin Rumae, menanggapi penolakan sekelompok warga atas kehadiran Alfa Midi dan sejenisnya di daerah ini.

“Terus terang, susah kalau untuk dilarang. Tapi kalau diatur, itu baru bisa. Jika ada wilayah di Indonesia masih mau menolak, maka dianggap sudah berlawanan dengan kehendak negara itu sendiri,” ungkap Amiruddin Rumae, Rabu (20/4).

Menurut Amirudin Rumae, pemerintah pusat sudah menandatangani berbagai kerja sama di bidang ekonomi, salah satunya adalah menandatangani Masyarakat Ekonomi Asia. Itu menandakan bahwa Indonesia sudah siap untuk bersaing di bidang apapun, termasuk mini market.

Menolak kehadiran Alfa Midi dan sejenisnya, kata Amiruddin, membuktikan Lutim tidak siap berkompetisi di bidang usaha perdagangan. Alasan penolakan tersebut karena khawatir akan mematikan usaha masyarakat Lutim.

“Ini yang keliru, mereka takut usahanya mati, sementara kesiapan mereka tidak bisa sedia 24 jam,” terang Amiruddin.

Lanjut dikatakan, keberadaan Alfa Midi diharapkan bisa menciptakan motivasi yang lebih baik dari masyarakat. Bagi mereka tidak punya kreasi dalam usahanya, maka akan tertinggal. “Zaman sudah berubah dan orang yang maju itu yang bisa mengikuti perkembangan zaman,” tandas Amiruddin.

Sejauh ini, Pemerintah Lutim sudah mengizinkan berdirinya Alfa Midi di kecamatan Tomuni. Kehadiran mini market tersebut, terbukti belum ada usaha warga di sekitar Alfa Midi yang mati mendadak. Bahkan pemkab Lutim siap memberikan ijin swalayan yang sama di Malili, dengan ketentuan satu kecamatan dua unit swalayan saja yang berdiri.

Sebelumnya, sekitar 12 orang warga Lutim dari berbagai kecamatan, mendatangi Komisi II DPRD Lutim untuk menyampaikan aspirasi, menolak keberadaan Alfa Midi dan Alfa Mart di Lutim. Mereka takut, keberadaan usaha itu membunuh usaha kecil milik rakyat.


Tag
  • Mini market
  •  
    div>