SENIN , 19 NOVEMBER 2018

Korban Dirawat di RS Wahidin

Reporter:

Editor:

Iskanto

Senin , 01 Oktober 2018 09:24
Korban Dirawat di RS Wahidin

ilustrasi (dok rakyatsulsel)

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Puluhan korban gempa bumi dan tsunami yang melanda Palu dan Donggala, Sulawesi Tengah kini dirawat di Rumah Sakit (RS) Wahidin Sudirohuso. Para korban yang sebagian besar mengalami patah tulang, langsung mendapatkan pengobatan.

RS Wahidin Sudirohusodo Makassar sendiri menyiapkan ruangan khusus perawatan pasien. Langkah ini dilakukan agar pasien dari Sulteng tersebut bisa terkumpul di dalam satu tempat dan tidak tercampur dengan pasien lainnya.

“Sesuai dengan Standar Operasional Prosedure (SOP) kita, dimana kita menyiapkan ruangan khusus (bangsal bencana),” ujar Direktur Utama RS Wahidin Sudirohusodo, Dr. Khalid Saleh, Minggu, (30/9).

Khalid menambahkan, sejauh ini pasien yang sudah di rawat di RS Wahidin sebanyak 35 orang. Sementara untuk kapasitas bangsal bencana disiapkan hingga 85 ranjang.

Diketahui, terdapat 225 pasien bencana alam gempa dan tsunami Sulteng yang dirujuk ke Makassar. Para pasien masing-masing terbagi di beberapa rumah sakit yang ada di kota Makassar dan Maros diantaranya, RSUD Sayang Rakyat, RS. Dody Sarjoko Maros, RSUD Daya Makassar dan RS Wahidin Sudirohusodo.

Bantuan Terus Berdatangan

Sebagai bentuk kepedulian atas bencana yang melanda Palu dan Donggala. Sejumlah pihak mengirimkan bantuan kemanusiaan.
Fakultas Teknologi Industri Universitas Muslim Indonesia (FTI-UMI) mengirimkan relawan sebanyak 35 mahasiswa dan bantuan logistik senilai Rp70 juta, Minggu (30/9/2018).

Dekan FTI UMI Makassar, Zakir Sabara H Wata, mengatakan, tim relawan dan bantuan kemanusiaan mahasiswa FTI dipimpin langsung oleh Ketua BEM FTI, Muhammad Rizky.

Berangkat menuju Palu, Sulawesi Tengah, melalui jalur darat yang diprediksj akan ditempuh selama 24 Jam. “Relawan itu membawa bantuan logistik tahap pertama senilai Rp70 juta,” katanya.

Setelah sampai di Palu, kata dia, akan langsung membentuk posko bantuan FTI UMI di Jalan S Parman Kota Palu selama dua pekan. Sementara pengurus lembaga lainnya yang tetap tinggal di Makassar akan mengoordinir dan mengonsolidasi donasi dan bantuan dari sivitas akademika dan warga Makassar.

“Semoga langkah kecil ini memberi manfaat buat saudara kita di Donggala dan Palu,” harap lelaki asal Bone itu.

Bantuan juga datang dari PLN Sulawesi. Sebanyak 125 personil tim gabungan PLN Sulawesi telah tiba di Palu, Sulawesi Tengah.
Kedatangan tim ini adalah tahap pertama dari sejumlah Tim PLN yang akan bergabung di Palu untuk membantu upaya percepatan recovery pasokan listrik pasca gempa bumi dan tsunami yang terjadi sejak Jumat, 28 September lalu.

Direktur Bisnis Regional Sulawesi PLN, Syamsul Huda saat memimpin briefing Tim Gabungan Recovery Kelistrikan Palu menyampaikan, Kondisi aset pembangkit dan jaringan yang bisa diperbaiki dan dioperasikan dengan segera, harus menjadi fokus kita bersama.

Mesin pembangkit diesel di PLTD Silae, lanjutnya, yang bisa segera di perbaiki dan dioperasikan serta beberapa penyulang yang tidak mengalami kerusakan parah diupayakan agar segera dapat mensuplai listrik Kota Palu dan sekitarnya.

“Kami targetkan Minggu sore ini mulai normal secara bertahap,” ungkapnya.

Dirinya menambahkan untuk Rumah Sakit dan Posko yang tersebar, tetap diupayakan listriknya dengan mobile genset yang ada.

“Saat ini sudah ada sekitar 12 genset yang telah bisa dimanfaatkan untuk penerangan sejumlah posko, tambah 10 genset dari Manado,” jelasnya.

Wali Kota Makassar, Moh. Ramdhan ‘Danny’ Pomanto beserta seluruh jajaran Pemerintah Kota (Pemkot) Makasssar melakukan kegiatan rutin shalat subuh berjamaah di Anjungan City Of Makassar, Minggu ( 30/9/18).

Hal ini dilakukan sebagai upaya untuk meraih ridho Allah SWT atas apa yang saat ini tengah dihadapi masyarakat.
Apalagi baru-baru ini Indonesia kembali berduka. Bencana gempa dan tsunami menghantam Kota Palu dan Donggala, Sulawesi Tengah (Sulteng).

Tepat pukul 06.00 Wita, Danny pun resmi melepas 200 orang tim solidaritas Makassar yang dilengkapi dengan 15 unit motor trail untuk membonceng para tim evakuator jika akses sulit.

Tak lupa ia juga mengirim bantuan logistik berupa, uang yang telah dikumpulkan, biskuit, ikan sarden, perlengkapan wanita, obat-obatan dan berbagai kebutuhan darurat lainya.

Sementara Kalla Group mengirim ribuan logistik dan relawan untuk membantu korban gempa di Palu dan Donggala. Relawan Kalla dipimpin langsung Ketua Yayasan Kalla, Fatimah Kalla.
Mereka akan bertugas untuk membantu menyalurkan bantuan kepada seluruh korban dan keluarga dengan layanan bantuan yang luas serta melakukan koordinasi dengan pihak terkait seperti Basarnas dan pemerintah setempat.

Tim relawan dari Kalla Group yang berasal dari Kabupaten Poso dan Kota Mamuju juga langsung bergerak cepat dan telah sampai di kota Palu dan kabupaten Donggala, pada Sabtu, 29 September kemarin.

Saat tiba, relawan langsung menuju ke posko pengungsi kemudian menyalurkan bantuan kemanusiaan kepada korban selamat.

“Kami telah menghadirkan banyak layanan bantuan yang tersebar di Sulawesi Tengah dan membentuk posko induk yang bertempat di Kalla Toyota Cabang Palu Djuanda bagi para korban. Kami juga berencana mendirikan dapur umum yang diharapkan segera beroperasi mulai Senin, 1 Oktober,” ungkap Fatimah Kalla.

Bantuan yang diberikan oleh Kalla Group terdiri atas sumbangan dari karyawan Kalla Group dan masyarakat berupa pakaian layak pakai, makanan ringan, beras, air minum, pampers bayi, pembalut wanita dan sembako yang dikumpulkan di Kantor Cahaya Bone, Makassar.

Tidak ketinggalan bantuan dari Yayasan Kalla. Seperti tikar, genset, ratusan dus mi instan, ratusan dus air mineral, pampers bayi, pembalut wanita, puluhan dus biskuit, peralatan dapur, nasi bungkus, ribuan roti siap makan, ratusan kartu perdana telfon seluler, dan masih banyak lagi bantuan lainnya. (*)


div>