MINGGU , 16 DESEMBER 2018

Korban Tragedi Crane Roboh Asal Sidrap Alami Pecak

Reporter:

Azis Kuba

Editor:

Kamis , 01 Oktober 2015 00:03
Korban Tragedi Crane Roboh Asal Sidrap Alami Pecak

Suharmi Bin Umar Passire (56) Jamaah Haji asal Sidrap ikut menjadi korban Crane Tower yang roboh di Masjidharam Mekkah, 11 September 2015 lalu. Dia mengalami pecak dan saat mendarat di Makassar, Rabu petang (30/9/15) sempat mendapat perawatan di Poliklinik Asrama Haji Sudiang. (foto:Fahrullah)

MAKASSAR,RAKYATSULSEL.COM – Dua Jamaah asal kabupaten Sidrap, Saharmin Bin Umar Passire (56) dan Paharuddin (70) yang menjadi korban robohnya alat berat, crane di Masjidilharam Mekkah pada 11 Sepetember 2015 lalu, kini tiba di Asrama Haji Sudiang, Rabu (30/9/15).

Dua jamaah yang tergabung dalam Kloter 2 Embarkasi Makassar ini terlihat masih ada perban melekat di tubuhnya. Saharmin yang terkena percikan batu kecil di mata kirinyanya mengalami pecak atau buta mata sebelah.

Sementara Paharuddin, terlihat masih ada perban di tumit kiri dan kepalanya. Meski sudah bisa berjalan tapi, saat kedatangannya nenek ini langsung dilarikan ke klinik Asrama Haji Sudiang karena kecapekan.

Suharmin menceritakan, sebelum terjadinya musibah itu, saat itu dirinya berbaring-baring di lantai tiga di Masjidilharam. Tak lama gemuruh angin disertai pasir terdengar, juga benda-benda padat dari atas jatuh. Setelah itu menara alat berat itu tumbang dan menghantam lantai masjid.

Beruntung alat berat crane itu tidak jatuh tepat diatasnya, hanya saja butiran debu bercampur batu kecil masuk ke mata kirinya. “Saya juga sempat bangun. Tapi tidak sempat lari, ” kepala Sekolah Dasar Negeri 21 Pangsid ini.

Semenentara itu, Darmawati istri Paharuddin yang ikut bersamanya tidak langsung mengetahui kejadian yang menimpa suaminya itu. Menurutnya, dirinya tahu bila suaminya ikut menjadi korban Crane pada pukul 22.00 waktu setempat.


div>