Kamis, 29 Juni 2017

Korupsi, Ketua Koperasi Singara Gowa Ditahan Oleh Kejari

Senin , 19 Juni 2017 21:22
Penulis : Armansyah
Editor   : Ashar Abdullah
Kasi Intel Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Gowa, Arief Suhartono saat memeriksa tersangka berinisial RPR, Senin (19/6). Foto: ist
Kasi Intel Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Gowa, Arief Suhartono saat memeriksa tersangka berinisial RPR, Senin (19/6). Foto: ist
MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM - Setelah berjam-jam penyidikmemeriksa, Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Gowa telah menahan tersangka berinisial RPR atas kasus penyalahgunaan dana yang disalurkan ke Koperasi Singara Kabupaten Gowa yang bersumber dari Kementerian Koperasi pada tahun 2013 yang merugikan keuangan negara sebanyak Rp7 miliar, Senin (19/6)

Hal itu dibenarkan Kepala Seksi Penerangan dan Hukum (Kasipenkum) Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulsel, Salahuddin. Dia mengatakan, RPR merupakan Ketua Koperasi Singara Gowa yang menerima penyaluran dana Rp7 Miliar dari Kementrian Koperasi pada tahun 2013 dan setelah menerima penyaluran dana dari LPDB-KUMKM tidak dipergunakan untuk disalurkan kepada nasabah untuk simpan pinjam melainkan dipergunakan untuk kepentingan pribadi RPR yang tidak sesuai peruntukannya.

"Setelah menyita beberapa dokumen, memeriksa saksi-saksi, dan diketemukan beberapa alat bukti, penyidik Kejari Gowa Menetapkan RPR selaku tersangka," Ujar Salahuddin

Selain menetapkan RPR selaku tersangka, RPR ditahan Selama 20 (dua puluh) hari kedepan di Rutan Makassar.

Alasan penahanan tersangka RPR, kata Salahuddin, karena terdapat ada alasan subyektif bahwa pasal sangkaan terhadap tersangka diancaman hukum lebih dari lima tahun, terdapat juga alasan penyidik ada kekhawatiran tersangka melarikan diri.

Selain menahan tersangka RPR, penyidik kejaksaan Negeri Gowa juga telah menyita uang tunai Rp320 juta yang merupakan hasil kejahatan dari penyalahgunaan dana di Koperasi Singara Gowa

Sementara itu, Juru Bicara Tim Penasihat Hukum dari Tersangka RPR dari kantor pengacara Ilham Azis SH & Rekan, mengatakan akan mempelajari lebih jauh berkas perkara kliennya yang sedang di proses oleh penyidik kejaksaan negeri Gowa.


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*