RABU , 21 NOVEMBER 2018

“KORUPSI” Pernyataan Jayadi, Kubu NH-Aziz Sedang Panik?

Reporter:

Editor:

asharabdullah

Jumat , 01 Juni 2018 09:45
“KORUPSI” Pernyataan Jayadi, Kubu NH-Aziz Sedang Panik?

NH-Aziz. ist

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Kubu Nurdin Halid-Aziz Qahhar Mudzakkar (NH-Aziz) diduga sedang panik melihat trend survei IYL-Cakka yang terus unggul di sejumlah lembaga survei berbeda selama 9 tahun terakhir.

Dugaan kepanikan tersebut terlihat saat pernyataan Jayadi Nas “dikorupsi” untuk menyerang kubu IYL-Cakka. Padahal klarifikasi Jayadi yang tercatat sebagai dosen Unhas, sama sekali tidak pernah mengeluarkan pernyataan seperti yang diduga diproduksi tim NH-Aziz.

Melalui klarifikasinya, Jayadi secara tegas membantah pernah mengeluarkan pernyataan tentang JSI yang hasil surveinya menempatkan IYL-Cakka di posisi pertama. Apalagi istilah jekkong. Ia juga tak pernah diwawancarai. Sehingga menilai produksi rilis tersebut sangat merugikan namanya.

Terkait itu, Ketua Glosarium Punggawa Sulsel (GPS) Alumnus Zainuddin, mengingatkan kubu NH-Aziz tidak leluasa “mengorupsi” pernyataan seseorang untuk menyerang kubu tertentu.

“Ini sangat fatal sekali. Masa kata-kata orang juga mau di korupsi,” tegas Alumnus yang juga eks aktivis Himpunan Mahasiswa Islam (HMI), Kamis (31/5/2018) Malam.

Menurut Alumnus, jangan karena panik melihat hasil survei, sehingga melabrak norma-norma. Apalagi sampai mencatut nama orang yang sama sekali tidak pernah bicara seperti itu.

“Kalau memang data survei banyak warga Sulsel percaya NH Pernah korupsi, seharusnya itu menjadi bahan evaluasinya. Bukan justru mencatut nama orang until menyerang rivalnya. Cara seperti ini sangat bahaya,” terang Alumnus.

Ia meminta kubu NH-Aziz tidak Ketularan “berbohong” apalagi sampai pernyataan pun mau “di korupsi”. Sebab publik akan tahu dengan sendirinya kalau belum menjabat saja, sudah pakai cara-cara yang tidak pantas.

“Pengakuan Pak Jayadi ini untuk keduakalinya namanya dicatut. Bahkan memaksakan memberi pernyataan kalau penampilan NH-Aziz unggul di debat,” pungkas Alumnus. (*)


div>