SELASA , 11 DESEMBER 2018

KOSTUM Wakili Makassar di Event IVCA 2018, Deng Ical: Jagaki Siri’na Orang Makassar

Reporter:

Muhammad Alief

Editor:

Lukman

Sabtu , 07 April 2018 08:00
KOSTUM Wakili Makassar di Event IVCA 2018, Deng Ical: Jagaki Siri’na Orang Makassar

elaksana Tugas (Plt) Wali Kota Makassar Syamsu Rizal, saat melepas rombongan Komunitas Sepeda Tua Makassar (Kostum), yang akan mewakili Kota Makassar untuk mengikuti event Road To International Veteran Cycle Association (IVCA) 2018 di Pulau Bali 12 hingga 16 April.

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Pelaksana Tugas (Plt) Wali Kota Makassar, Syamsu Rizal, melepas rombongan Komunitas Sepeda Tua Makassar (Kostum), yang akan mewakili Kota Makassar untuk mengikuti event Road To International Veteran Cycle Association (IVCA) 2018 di Pulau Bali 12 hingga 16 April.

Pelepasan ini berlangsung di Rumah Jabatan Wakil Wali Kota Makassar, Jl Letjend Hertasning, Jumat (6/4).

Peserta event IVCA 2018 tersebut diikuti dari 30 negara dengan partisipasi 300 tamu asing serta didukung oleh anggota komunitas sepeda tua Indonesia (Kosti) sebanyak 5000 peserta.

Dalam sambutannya, pria yang akrab disapa Deng Ical ini, menyampaikan apresiasi dan terimakasih kepada komunitas Kostum karena sudah membawa nama baik Kota Makassar di event Internasional.

“Hari ini Kostum membuktikan bahwa meski sepeda tua tetapi mereka mampu memberikan kontribusi kepada Kota Makassar. Untuk itu, Jagaki sirina orang Makassar,” kata Deng Ical sapaan akrabnya.

Menurutnya, sebagian orang menganggap bahwa orang yang masih menggunakan sepeda tua itu hanya sekedar hobi, tetap mereka tidak tahu bahwa ternyata dengan sepeda tua ini kita bisa memberikan kebanggan bagi Kota Makassar.

“Semoga di event IVCA 2018 ini kostum dapat memberikan kontribusi buat masyarakat Kota Makassar dengan sebuah prestasi yang membanggakan,” harapanya.

Selain itu, kata Deng Ical, ini membuktikan bahwa di Kota Makassar juga masih menghargai budaya dan leluhur orang tua.

“Mungkin harga sepeda tua ini tidak sebanding lagi harganya dengan sepeda yang berteknologi, tetapi masih banyak orang yang melihat dan memberikan nilai, bukan hanya nilai ekonomi tetapi juga ada nilai kultur dan budaya didalamnya sehingga masih banyak orang menjaga sepeda ontelnya dengan baik,” ucapnya. (*)


div>