SENIN , 23 JULI 2018

Kotak Kosong Menang, Pilkada Lagi 2020

Reporter:

Suryadi - Fahrullah

Editor:

asharabdullah

Rabu , 07 Maret 2018 11:00
Kotak Kosong Menang, Pilkada Lagi 2020

Dok. RakyatSulsel

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) di dua kabupaten di Sulsel akan diikuti pasangan calon tunggal. Yakni Kabupaten Enrekang dan Bone. Artinya, mereka akan melawan kotak kosong.

Di Kabupaten Enrekang, pasangan calon yang mendaftar dan telah ditetapkan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) yakni Muslimin Bando – Asman dari jalur partai politik. Duet ini diusung tujuh partai politik yakni Partai Hanura, PDIP, Partai NasDem, Partai Gerindra, Partai Demokrat, PAN dan Partai Golkar. Muslimin Bando sendiri adalah calon incumbent.

Di Bone, duet incumbent, Andi Fahsar M Padjalangi dan Ambo Dalle (Tafaddal), menjadi pasangan kandidat kedua di Sulsel yang melawan kotak kosong. Kepastian menjadi kandidat tunggal tersebut setelah KPUD Bone menetapkan pasangan yang maju lewat jalur perseorangan Rizalul Umar-Andi Mappamadeng Dewang, tidak memenuhi syarat dukungan.

Lantas bagaimana jika nantinya kotak kosonglah yang memenangkan Pilkada? Saat dimintai tanggapan, Komisioner KPU Sulsel, Khairul Mannan, menegaskan, berdasarkan aturan Pilkada yang tertuang dalam PKPU, kotak kosong dinyatakan menang, jika mendapat suara diatas 50 persen.

“Kalau suara pemilih kotak kosong diatas 50 persen, maka menang,” kata Khairul, Selasa (6/3) kemarin.

Ia menjelaskan, jika kotak kosong menang, maka pilkada akan diundur satu tahun. Kemudian, sesuai UU PKPU, ditunjuk Plt sementara.

“Jika kotak kosong menang, tidak mesti pemilihan ulang. Tetapi sesuai aturan, ditunda satu tahun kemudian, tapi harus ada Plt,” jelasnya.

Kandidat atau pasangan yang melawan kotak kosong, lanjutnya, diwajibkan dan diharuskan untuk tetap melakukan sosialisasi, serta melakukan kampaye seperti halnya kandidat lain yang memiliki rival.

“Sudah diatur dalam PKPU, entah ada lawan atau tidak, tetap diwajibkan kandidat ikut sosialisasi dan juga kampanye saat dekat Pilkada,” imbuhnya.

Terpisah, Ketua KPU Enrekang, Ridwan Ahmad, mengatakan, saat ini di Bumi Massenrengpulu, telah gencar sosialisasi kotak kosong. Jika memang kotak kosong menang, maka pemerintahan di Kabupaten Enrekang akan diisi oleh Plt, hingga terbuka kembali pilkada serentak yang diwacanakan akan berlangsung pada 2020 mendatang. “Akan diisi oleh Plt hingga ada pilkada serentak lagi,” ungkap Ridwan.

Sementara, juru bicara Muslimin Bando – Asman, Umar, mengatakan, saat ini dirinya tidak gentar walau ada yang melakukan sosialisasi kotak kosong. Hal itu justru membuat pesta demokrasi di Kabupaten Enrekang lebih hidup.

“Tidak ada kekhawatiran soal itu. Dan ini masih wajar dalam pesta demokrasi,” ujarnya.

Umar menilai, masyarakat Enrekang sudah cerdas dalam menentukan sikap, siapa yang akan dipilih. Apalagi, pembangunan di Bumi Massenrengpulu telah dinikmati oleh masyarakat selama kepemimpinan Muslimin Bando.

“Masyarakat sudah cerdas dan mereka sudah merasakan pembangunan yang ada,” pungkasnya. (*)


div>