RABU , 12 DESEMBER 2018

KPI Harapkan Partisipasi Politik Perempuan Meningkat

Reporter:

get_the_user_login

Editor:

rakyat-admin

Jumat , 07 April 2017 10:08
KPI Harapkan Partisipasi Politik Perempuan Meningkat

Ilustrasi.

MAKASSAR,RakyatSulsel.com – Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Wali kota Makassar 2018 mendatang, dinilai mesti menjadi momentum politik bagi kaum perempuan untuk ikut tampil dalam kontestasi demokrasi lokal.

Presidium Nasional kelompok profesional Koalisi Perempuan Indonesia (KPI) Sulsel, Emah Husain menuturkan dalam momentum Pilkada di Sulsel 2018 pihaknya sangat mengapresiasi dan mendorong perempuan di Sulsel untuk maju bertarung. “Tentu momentum Pilkada serentak adalah panggung politik strategis untuk perempuan maju bertarung. KPI Sulsel sangat mendorong perempuan ikut bertarung di Pilkada,” ujarnya saat dikonfirmasi via telepon Kamis (6/4).

Momentum pikada harus bisa dimanfaatkan untuk membuka jalan lebih lebar bagi perempuan untuk berperan secara signifikan dalam kehidupan politik. Oleh sebab itu, momentum Pilwalkot Makassar tahun 2018 mendatang, sejumlah partai politik mulai mendorong kader perempuan untuk mensosialisasikan diri. Mereka diantaranya Ketua DPD NasDem Makassar, Andi Rachmatika Dewi (Cicu), politisi asal Gerindara kota Makassar, Nunung Desniar dan Anggota DPR RI Fraksi Demokrat Aliyah Mustika Ilham.

Selain itu, nama lainnya yang santer disebut maju adalah anggota DPRD Sulsel asal fraksi PKS, Sri Rahmi dan Rektor Universitas Islam Makassar, Majdah M. Zain serta Sekertaris DPD Partai Gerindra Sulsel, Apiaty Amin Syam. “Termasuk Pilwalkot Makassar, ada sejumlah nama yang santer terdengar. Kami sangat apresiasi semoga peluang ini bisa terbuka lebar agar perempuan meraih kemenangan,” tuturnya.

Menurutnya, perempuan yang maju di Pilwalkot Makassar, jika mampu memenangkan kontestasi maka akan menjadi sejarah baru sepanjang perjalanan Pilwalkot di ibu kota Sulsel ini. “Sehingga bila kaum perempuan secara kuantitas dan kualitas menduduki jabatan eksekutif, diharapkan agenda-agenda strategis dalam perjuangan kesetaraan gender juga harus diperluas,” tukas Ema.

Sementara itu, Pakar politik Universitas Hasanuddin Makassar, Jayadi NasĀ  berpendapat dorongan agar kaum perempuan untuk berani maju di di Pilkada, tentu tidak ditujukan untuk sosialisasi gagasan patriarkhi, yang meneguhkan perempuan dalam kerangka hubungan subordinatif. “Tapi, harus dimaknai sebagai dorongan agar kaum perempuan lebih berupaya untuk meraih kesetaraan dalam segala bidang, termasuk politik,” tuturnya.

[NEXT-RASUL]

Mantan Ketua KPU Sulsel itu menambahkan, perhelatan pilkada maupun legislatif di Indonesia. Regulasi UU telah memberikan jaminan dan peluang agar parpol membuka ruang kepada perempuan untuk maju bertarung dalam kancah politik. “Apalagi UU sudah menjamin 30 persen hak perempuan berpolitik, jadi tak ada salah jika karir perempuan ditingkatkan,” pungkas akademisi Unhas itu.

Pakar politik Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin Makassar, Firdaus Muhammad mengatakan, figur perempuan memiliki pengaruh dan nilai jual politik yang sangat potensial. Hal ini jika dimainkan dengan ritme strategi issu politik oleh tim dengan tepat. “Tentu figur perempuan memiliki nilai jual politik karena ketokohannya dan representasi kesetaraan gender, jika dimanfaatkan dengan baik akan menjadi penantang yang kompetitif bagi petahana,” kata Firdaus

Dikatakan Firdaus, hanya memang saat ini belum ada figur perempuan yang sukses memainkan isu kesetaraan gander. Tidak hanya yang berkaitan langsung dengan profesi perempuan, namun juga bisa memanfaatkan isu pembinaan anak.

“Hanya saja, selama ini kaum perempuan tidak berhasil menjual isu yang tepat misalnya pembinaan rumah tangga seiring maraknya isu perceraian dan narkoba pada anak,” tuturnya.

Sebelumnya, saat dikonfirmasi, salah satu balon asal partai Gerindra, Nunung Desniar mengatakan, saat ini dirinya sudah melakukan sosialisasi dan penjaringan tim. “Saat ini kami fokus melakukan sosialisasi dengan penjaringan tim, hanya memang karena masih terkedala kesibukan di luar deerah, tapi tim tetap terus bekerja,” singkatnya.

Selanjutnya, Sekretaris DPW NasDem Sulsel, Syaharuddin Alrief mengungkapkan, Partai NasDem Sulsel, sudah menyiapkan jagoannya dalam perhelatan Pemilihan Wali Kota Makassar 2018. Kader yang diusung ini tak lain adalah Ketua DPD NasDem kota Makassar, Rahmatika Dewi yang akrab disapa Cicu. “NasDem dari awal persiapkan Cicu di pilwalkot, tetapi bukan berarti kita menutup ruang bagi kader lain untuk didorong di Pilwalkot. Untuk ruang bagi parpol lain juga terbuka untuk koalisi,” singkat Alrief. (yad/D)


Tag
  • pilkada 2018
  •  
    div>