SENIN , 15 OKTOBER 2018

KPID Gelar Diskusi Pubilik Bareng DPRD

Reporter:

Suryadi Maswatu

Editor:

asharabdullah

Jumat , 04 Mei 2018 15:05
KPID Gelar Diskusi Pubilik Bareng DPRD

Suasana di warkop Dottoro, di kawasan Boulevard, Panakkukang Makassar, Kamis (3/5/2018) malam. Suryadi/RakyatSulsel

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Migrasi TV analog ke digitalisasi menjadi perbincangan hangat di kalangan penggiat tv, praktisi hingga anggota dewan.

Itu tercermin dalam diskusi publik yang digelar Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Sulsel bekerjasama dengan DPRD Sulsel di warkop Dottoro, di kawasan Boulevard, Panakkukang Makassar, Kamis (3/5/2018) malam.

Alotnya pembahasan tentang era digitalisasi penyiaran tersebut karena ada banyak dampak yang ditimbulkan khusus di daerah khususnya mengenai kepentingan penyiaran lokal.

Bukan hanya menghadapi era digitalisasi tetapi daerah juga harus perlu ada persiapan khusus bagi pemerintah untuk menghadapi hal itu. Seperti, pembentukan peraturan daerah (Peda), Peraturan Gubernur (Pergub) dan sebagainya.

Wakil Ketua DPRD Sulsel, Yusran Sofyan mengaku diskusi ini menjadi tantangan tersendiri bagi legislatif khususnya bagaimana melindungi atau membentengi kepentingan lokal di era digitalisasi penyiaran melalui pembentukan perda dan sebagainya.

Untuk itu, dia mengaku hal ini akan menjadi perhatiannya bersama dengan anggota dewan lainnya di provinsi untuk mendorong pembentukan perda.

“Ini harus kita dorong terus dengan membentuk terlebih dahulu undang-undangnya kemudian melahirkan perda atau pergub demi menghadapi era digitalisasi,” terang Yusran yang juga politisi dari Partai Gerindra.

Dia menambahkan, adapun hal lain yang harus dilakukan adalah mempertahankan agar konten lokal tetap terakomodir.

“Produk lokal harus dimuat di tv digital dan kearifan lokal. Termasuk edukasi terkait pemanfatan. Vilteralisasi siaran yang tidak bermanfaat. Ini juga harus dilakukan jika era digitalisasi itu sudah diterapkan,” pungkasnya. (*)


div>