RABU , 19 DESEMBER 2018

KPID Sulsel Serukan Kawal Pileg dan Pilpres

Reporter:

Ridwan Lallo

Editor:

Kamis , 27 September 2018 23:25
KPID Sulsel Serukan Kawal Pileg dan Pilpres

Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Sulsel saat menggelar diskusi publik bertajuk "Peran Lembaga Penyiaran Dalam Mewujudkan Pemilu Damai" di Whiz Prime Hotel, Jalan Hasanuddin Makasar, Kamis (27/9/2018).

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Sulsel bertekad mengawal jalanya Pileg dan Pilpres pada Pemilu 2019 mendatang.

Salah satunya dengan menggelar diskusi publik bertajuk “Peran Lembaga Penyiaran Dalam Mewujudkan Pemilu Damai” di Whiz Prime Hotel, Jalan Hasanuddin Makasar, Kamis (27/9/2018).

Hadir sebagai narasumber yakni, Komisioner KPU Sulsel Faisal Amir, perwakilan Bawaslu Sulsel Saiful Jihad, akademisi Unismuh Andi Luhur Priyanto dan perwakilan KPID Sulsel Waspada Santing.

Ketua KPID Sulsel, Mattewakkan mengatakan, menghadapi Pemilu 2019, ia mengajak seluruh komponen masyarakat untuk menciptakan Pemilu damai di Sulsel. “Tentu keterlibatan semua pihak, masyarakat umum. Mari ciptakan suasana Pilkada yang damai,” ujarnya.

KPID Sulsel meminta keterlibatan dan partisipasi masyarakat dalam mewujudkan Pemilu berkualitas. “Saya berharap agar masyarakat menjadi bagian dalam melakukan pengawalan demokrasi,” jelasnya.

Dalam sesi diskusi, perwakilan KPID Sulsel, Waspada Santing mengingatkan akan pentingnya kewaspadaan terhadap isu yang memecah belah kondisi sosial. “Perlu di waspadai adalah lembaga penyiaran yang tak punya landasan hukum. Bagaimana legalitas lembaga penyiaran di kedepankan,” katanya.

Waspada Santing juga mengajak semua stekholder termasuk media untuk ikut mengawasi tahapan penyelenggaraan Pemilu.

Ia juga meminta, seluruh lembaga penyiaran televisi dan radio, koran serta online untuk menghentikan segala siaran yang sifatnya provokatif. “Kami KPID akan perkuat pengawalan konten atau siaran di radio dan televisi, untuk mengoptimalkan sistem pengawasan agar tidak terjadi pelanggaran,” jelasnya.

Sementara Saiful Jihad menuturkan, meski suhu politik panas, akan tetapi pelaksanaan Pemilu harus lancar, bebas dan rahasia. “Soal indek kerawanan adalah hal yang bisa diantisipasi sejak awal,” katanya.

Menurut dia, Bawaslu sejak awal juga mengajak semua pihak terutama media untuk menciptakan Pemilu damai lewat sajian berita menarik. “Penyelenggara dan pengawas juga berintegritas dan profesional. Ini peran yang harus di jaga,” jelasnya.

Akademisi Unismuh Makassar, Andi Luhur Priyanto mengatakan, hal sangat penting yang perlu diperhatikan lembaga penyiaran saat ini adalah dalam memainkan peran di masyarakat.

“Selain memainkan isu, juga perlu ada pengawasan ketat. Dalam satu sisi peran KPID dan Pers sangat penting. Jika melihat info berkembang,” katanya.

Lanjut Luhur, media sebagai pilar demokrasi, perlu memaksimalkan peran dengan memberikan suasana sejuk di masyarakat. “Peran media mewakili elektoral sangat menentukan isu sosial.
Media juga tak hanya sebagai wahana. Sedangkan, peran pengawas pemilu dalam menjalakan tugas juga sangat penting,” pungkasnya. (*)


Tag
  • KPID Sulsel
  •  
    div>