KAMIS , 15 NOVEMBER 2018

KPK Ancam Panggil Paksa Saksi Kasus Suap Patrialis Akbar

Reporter:

Editor:

dedi

Jumat , 03 Maret 2017 21:54
KPK Ancam Panggil Paksa Saksi Kasus Suap Patrialis Akbar

int

RAKYATSULSEL.COM – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) membuka peluang untuk melakukan pemanggilan paksa terhadap Sekretaris Jenderal Perhimpunan Peternak Sapi dan Kerbau Indonesia, Rochadi Tawaf.  Ini  dilakukan lantaran Rochadi telah dua kali mangkir dari panggilan pemeriksaan dalam kasus dugaan suap hakim Mahkamah Konstitusi terkait uji materiil Undang-Undang Peternakan.

“Saksi ini tidak hadir. Kami belum mendapatkan konfirmasi mengenai ketidakhadirannya. Sebelumnya pada 16 Februari 2017 saksi sudah dipanggil dan tidak hadir tanpa keterangan,” kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah di kantornya, Jumat  (3/3).

Sedianya Rochadi akan diperiksa sebagai saksi untuk tersangka Basuki Hariman, pengusaha yang diduga menyuap Patrialis Akbar. Diketahui, Rochadi merupakan salah satu pihak pemohon uji materiil UU Nomor 41 Tahun 2014 tentang Peternakan dan Kesehatan Hewan.

Febri mengatakan, sesuai Kitab Undang-undang Hukum Acara Pidana (KUHAP), KPK segera kembali memanggil Rochadi Tawaf. Jika saksi kembali tidak hadir dengan alasan yang patut, maka penyidik diperkenankan untuk menghadirkan saksi secara paksa.

“Kami ingatkan KPK bisa melakukan panggil paksa jika saksi tidak hadir dengan alasan yang patut. Penyidik membutuhkan keterangan saksi untuk mendalami relasi saksi dalam perkara ini. Kami harap panggilan berikutnya saksi hadir,” ujar Febri.

Dalam perkara ini, Basuki ditetapkan sebagai tersangka pemberi suap. Dia diduga menyuap hakim MK Patrialis Akbar melalui perantara Kamaluddin sebesar USD 20 ribu dan SGD 200 ribu.

Suap itu diberikan untuk memengaruhi permohonan uji materil UU Nomor 41 Tahun 2014 tentang Peternakan dan Kesehatan. (Put/jpg


div>