SENIN , 24 SEPTEMBER 2018

KPK Bakal Hadir di PSBM ke XIX

Reporter:

Editor:

Nunu

Rabu , 30 Mei 2018 12:05
KPK Bakal Hadir di PSBM ke XIX

KONFIRMASI JK - Andi Rukman N Karumpa mematikan Penyelenggaran PSBM XIX berlajar dengan lacar. Kali ini ia melakukan konfirmasi kepada H. M. Yusuf Kalla perihal pembukaan acara PSBM yang tiap tahunnya selalu dibuka oleh tabuhan “gong” dari Wakil Presiden RI tersebut.

JAKARTA, RAKYATSULSEL.COM – Pertemuan Saudagar Bugis Makassar (PSBM) bakal menghadirkan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam perhelatannya yang ke XIX/18 di Makassar sepekan setelah Hari Raya Idul Fitri, Juni 2018, mendatang.

Pertimbangan banyaknya kepala daerah yang terkena Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh KPK yang juga melibatkan saudagar, menjadi dasar mendatangkan KPK guna memberikan arahan agar kepala daerah dan pelaku bisnis terhindar melakukan korupsi dan penyuapan. Hal itu diwacanakan Ketua PSBM ke 18, Andi Rukman Karumpa yang merasa prihatin menyaksikan sejumlah bupati dan gubernur yang terkena OTT di Jakarta (21/3).

Sebagaimana yang menimpa Gubernur Jambi, Zumi Zola, narasumber PSBM 17 dan Bupati Kutai Kartanegara, Rita Widyasari yang maju sebagai calon Gubernur Kalimantan Timur, kini menjadi tersangka KPK. Semula Rita dijadwalkan menjadi pembicara dalam salah satu sesi PSBM ke 17, namun belakangan urung dan diganti oleh Bupati Nunukan.

Karena itu, kehadiran KPK di PSBM 18 diharapkan menjadi nuansa baru pada pertemuan saudagar tahunan ini, dan menjadi pembeda dibanding dengan PSBM sebelumnya. Pada momentum ini pula, menurut Andi Rukman, tahun 2018 merupakan tahun politik dimana diadakan pilkada serentak. Tidak sedikit, saudagar Bugis Makassar di berbagai daerah yang bertarung dalam pilkada.
Selain itu, Andi Rukman juga akan mengusung pelaku usaha yang bergerak dalam bidang industri kreatif dan bisnis rintisan mengingat pada zaman sekarang berbagai lini bisnis dikelola dengan teknologi digital.

“Kita tampilkan saudagar jaman old dan now. Akan halnya seremonial pembukaan digarap lewat tampilan kesenian yang mewakili setiap daerah tempatan saudagar, sehingga tampak unsur seni dari Papua, Kalimantan, Jawa, hingga Sumatra. Gebyar seni ini digarap oleh seorang koreografer sehingga PSBM kali ini tampil dengan citra baru,” kata Andi Rukman kepada PHINISI.co. (*)


div>